Langsung ke konten utama

Masihkah Pancasila Berperan Di Era Millenial ?


Gotong Royong ? Siapa sih yang tidak tau maknanya. Apalagi kata Gotong Royong sudah kerap dipakai dalam percakapan, terutama menjelang tujuh belasan. "Ayo Ayo besok Minggu gotong royong untuk membersihkan kampung" misalnya saja seperti itu. Dalam KBBI gotong royong berarti bekerja bersama-sama (tolong- menolong, bantu-membantu). Lantas apa hubungannya dengan Pancasila ?

Gotong royong menjadi salah satu amalan dari sila ke tiga dan ke lima dalam Pancasila. Sila ketiga berbunyi Persatuan Indonesia yang menunjukkan bahwa gotong royong tidak akan terlaksana tanpa ada semangat persatuan dari tiap orang. Sedangkan sila kelima yang berbunyi Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia menerangkan bahwa sikap semangat gotong royong merupakan perbuatan yang luhur dan baik sehingga mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan. Sama seperti Pancasila yang merupakan dasar negara Indonesia, dibuat dengan kearifan lokal dan sesuai dengan karakter bangsa. Namun seiring berkembangnya jaman, pemahaman mengenai Pancasila sudah mulai berkurang, nilai-nilai Pancasila juga tidak diterapkan. Padahal Pancasila dapat dijadikan acuan dan diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari kita.

Secara tidak sadar, ideologi bangsa ini sudah mulai berbeda dari yang sebenarnya. Terbukti dengan adanya oknum-oknum anti Pancasila yang sempat viral di media sosial yang penggunaannya didominasi oleh millenial. Padahal millenial sendiri merupakan penerus bangsa. Oleh sebab itu pendidikan karakter pancasila perlu diterapkan pada masyarakat Indonesia, salah satunya dengan cara mengikuti Forum Aksi Pendidikan Karakter Pancasila. Mengapa pancasila ? Karena pada tahun 2045 nanti Indonesia akan mengahadapi fase dimana akan ada paham ideologi yang bertentangan dengan pancasila, radikalisme, korupsi, penyalahgunaan narkoba, dan kondisi kerawanan bencana. Maka paham Pancasila harus benar-benar di tanamkan pada diri masing-masing.

"Jangan sekali-kali melupakan sejarah" karena pancasila juga berawal dari sejarah, terutama pada saat kemerdekaan. Tapi, atas dasar apa Indonesia merdeka ? Apa tujuan didirikan negara ini ? Jawaban ini terdapat pada sidang BPUPKI, karena kemerdekaan adalah jembatan emas dengan harapan setelah merdeka akan terciptanya masyarakat yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur sesuai dengan pernyataan pada Pembukaan Undang Undang Dasar Republik Indonesia. Selain itu, bangsa ini juga hidup dalam kebhinekaan. Meskipun ada banyak perbedaan, setidaknya ada elemen yang menyatukan bangsa Indonesia salah satunya adanya Pancasila yang hingga saat ini menjadi ideologi negara. Namun saat ini konten-konten di media sosial sudah ada propoganda ideologi dari negara asing. Intoleransi dan radikalisme pun marak. Salah satunya muncul ideologi dan gerakan anti Pancasila. Berawal dari mana permasalahan tersebut ? Salah satunya berasal dari media yang menyebarkan berita bohong. Sebelum membaca berita hendaknya ciri-ciri hoax perlu dicermati, biasanya hoax dirancang agar para pembaca merasa cemas, tidak jelas sumber beritanya, mengandung sara, informasi yang disampaikan tidak lengkap, dan menggunakan kata provokatif. Sasaran hoax biasanya adalah mereka yang mayoritas, tinggal diperkotaan, berpendidikan, dan beragama mayoritas yang secara fanatik. Apalagi  banyak orang yang lebih percaya dengan kata hati daripada fakta sebenarnya.

Apakah budaya gotong royong masih ada ? Jelas masih ada, ya meskipun tak setenar dulu tapi gotong royong masih bisa diterapkan pada era digital saat ini. Misalnya saja gotong royong online. Tidak harus mengenal dengan tatap muka, siapa saja bisa melakukan gotong royong online. Beberapa caranya yaitu dengan menebar kebaikan melalui petisi online, mengikuti penggalangan dana, dan menjadi content kreator yang berkarya dengan baik. Saya Indonesia, saya Pancasila !

#pendekarpancasila
#jagaindonesia

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rasa yang ada: Ruang Tengah cafe, Jogja

Mager banget sebenarnya buat keluar rumah. Rasanya daya magnet di kasur ku semakin kuat, pokoknya makin kuat. Tapi tiba-tiba ada chat masuk dari teman lama. Namanya Yola. Bukan yolanda sang kekasih andika rindu band heuheu. Hampir 5 tahun gak ketemu tiba-tiba dia ngajak meet up. Saat itu juga aku malak buat di traktir. Niat nya bercanda eh taunya di dapar gratisan beneran. Alhamdulillah rezeki anak soleh katanya. Tak usah pikir panjang mikir ita itu kami langsung milih tempat ini. Kami datang jam 10pagi. Ya maklum lah namanya juga tempat nongkrong pasti ramenya juga malam. Tapi apalah daya kalau sama sama pekerja jadi ga sengaja aja gitu pisa pas bareng hari liburnya.

Suasananya asik. Buat tipe introvert kaya aku sih enak enak aja. Nyaman, tenang, bersih dan lokasinya strategis. Buat yang suka foto atau selfi it.s okay lah ya. Tergantung pengambilannya. Buat yang habis olahraga di alun alun selatan boleh lah ya breakfast disini. Mau yang vegetable ada, yang bread juga ada. Tenang....…

Ada Yang Baru Nih di Bantul, R3 Cafe Namanya

Yuhu! Akhirnya aku nemu tempat nongki, ahai. Pokoknya yang kekinian dan lokasinya deket rumah. Sebenarnya di Jogja sendiri sudah ada banyak tempat ngopi ataupun tempat makan lainnya yang tak kalah asik sih. Tapi karena aku adalah tipe manusia yang mager, kadang buat keluar terlalu jauh cuma untuk cari makan tuh gimana ya? ah males banget. Ya kali, mending masak sendiri. Jadi, disini aku mau mengulas sedikit tentang R3 Cafe yang baru buka dan  lokasinya tak begitu jauh dari rumahku. Kamu bisa baca-baca dulu ulasan Disini
Tempat dan fasilitas
Tempat yang asik menurutku itu... yang pasti kekinian dan tetap tenang. Lokasinya di Brajan, Tamantirto, Kasihan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Sudah ada di Google Map ya, jadi mudah untuk dicari. Untuk menuju ke R3 Cafe, kita masih bisa menjumpai beberapa sawah yang masih terbentang di pinggir jalan. Meskipun terkesan berada di plosok, tempat ini mudah dijangkau. Cukup 15 menit dari pusat kota dengan lalu lintas senggang. Karena tidak berad…

Sate Ratu, Sajian khas Indonesia dengan rasa mendunia

Bang, satenya bang...

Familiar tidak dengan kalimat diatas? Pastinya tidak dong, hehehe. Kamu suka makan sate? Atau setidaknya pernah makan satu sate atau tujuh tusuk sate gitu untuk mencicipi? Pasti tau dong makanan khas Indonesia yang satu ini. Makanan yang terbuat dari daging yang di potong kecil-kecil lalu ditusuk dengan lidi kemudian dibakar dan diberi bumbu. Seiring berjalannya waktu, bumbu pada sate tak hanya berbahan dasar kacang saja, namun sudah banyak variasi resepnya. Cara penyajiannya pun ada banyak pilihan, sate bisa ditata biasa atau di ikat dan diberdirikan supaya lebih menarik. Selain disajikan diatas piring, penyajian sate juga bisa di pincuk, yaitu penyajian menggunakan daun pisang menyerupai bentuk kerucut terbalik yang disematkan menggunakan lidi. Pincuk ini masih banyak dijumpai pada penjual sate keliling.
Ngomongin soal sate, pernahkah kamu makan sate tapi kadang nemu yang belum matang sepenuhnya? Atau malah ada sisinya yang gosong? Belum lagi kalau satenya sa…