Sate Kanak, Sang Juara Nasional Ngulik Rasa Dari Sate Ratu

Proses pembakarannya sate

Minggu lalu aku bertemu dengan teman-teman blogger di Sate Ratu, lokasinya di Jogja Paradise. Setibanya disana, saat memarkirkan kendaraan sekitar pukul 17.00 aku bersama mbak Latifah bergegas menuju ke sudut food court. Secara Sate Ratu persis berada paling belakang di Jogja Paradise. Belum juga sampai di tempat, bau sate sudah tercium sedap dari kejauhan. Pas banget nih bisa sekalian lihat proses bakar satenya. Ternyata, alat pembakaran disinipun berbeda dari pada umumnya. Bentuknya lebar dan ada penjepit nya, bahkan jarak antara bara dengan daging agak tinggi. Pantas saja, setiap makan sate di tempat ini tidak pernah nemu daging yang gosong.

Foto bersama blogger dan om Budi

Setelah tau ada menu baru di Sate Ratu, aku langsung kepo sama rasanya. Ternyata namanya sate Kanak, pernah dengar gak ? Sebelum nyoba aku juga belum tau sih, sate Kanak ini adanya hanya di Sate Ratu. Selain sate Kanak ada juga sate Merah yang juga menjadi menu andalan disini.

Baca juga Sate Merah, Sajian khas Indonesia dengan rasa mendunia



Sate Kanak ini rasanya tidak jauh berbeda dengan sate Merah. Dangingnya tebal dan berisi 6 tusuk disetiap porsinya. Masih sama dengan sate Merah, sate ini disajikan tanpa bumbu kacang. Ini dia yang jadi sate terfavoritku di Jogja, rasanya bukan sekedar manis manis saja, dengan bumbu utama terdiri dari gula jawa, kecap Bango, dan aroma jeruk limau membuat sate kanak memiliki citarasa yang khas. Lebih enak lagi kalau makannya didampingi dengan kuah dan satu porsi nasi, dijamin kenyang deh. Sate Kanak ini cocok untuk anak-anak karena rasanya tidak begitu pedas. 





Pantes menang. Jadi, sate Kanak buatan om Fabian Budi Seputro ini adalah juara satu kategori sate dari Kompetisi Ngulik Rasa yang diselenggarakan Unilever Food Solutions. Padahal kompetisi ini diikuti oleh 2900 peserta dengan 3 kategori meliputi soto, sate, dan nasi goreng. Gak tanggung-tanggung hadiah nya senilai Rp 50.000.000 dan mendapatkan workshop digital marketing. Keren gak ? Kompetisi ini diadakan untuk membangkitkan kreativitas pebisnis kuliner Indonesia dalam menciptakan kreasi fusion dari makanan khas Indonesia yang tengah digemari para milenial. Terlebih lagi menurut laporan dari Euromonitor, 52.5% millenial Indonesia menikmati makan diluar rumah 3x seminggu sementara riset Unilever Food Solutions di Asia Tenggara mengungkapkan, era globalisasi membuat millenial terpapar dengan banyak hal baru termasuk dalam hal kuliner, salah satunya fusion food yang menjadi tren kuliner.


Selain ada menu baru, tempatnya ada yang beda nih. Kalau dulu meja makan hanya berada di dalam ruangan, buat kamu yang suka makan sambil menghirup udara segar dan melihat pemandangan sekitar pasti bisa banget nih. Gak cuma sate Kanak, menu lainnya ada sate Merah, lilit basah, ceker tugel, dan aneka minuman. Untuk harganya semua sama, Rp 25.000 per porsi. Uniknya, menu-menu di Sate Ratu ini semua dijual dengan harga serba lima ribu dan dua puluh lima ribu saja. Lokasinya pun mudah ditemukan, terletak di Jl. Magelang, Kutu Tegal, Sinduadi, Kec. Mlati, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Oh iya, tempat makan yang pernah dikunjungi wisatawan dari 84 negara ini buka pada jam 11.00-19.00 WIB. Yang ngaku suka kulineran atau nyoba hal-hal baru, yok ke Sate Ratu yok!

You Might Also Like

6 komentar

  1. Sate Kanak memang layak juara ya, kak. Pedesnya aman di lidah. Sedap....

    BalasHapus
  2. Yang bakar satenya ini ekspert banget ya, nggak mentah & nggak ada yg gosong. Bumbunya kerasa banget meresap. Gede2 pula irisan dagingnya. Yummy banget.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, bisa pas banget memang. Juara deh pokoknya

      Hapus
  3. Juri lombanya emang ga salah pilih sih kalau ini. Rasa satenya emang beneran mantep

    BalasHapus
  4. Ga tipu-tipu ya kak rasanya, mantap kali

    BalasHapus