Langsung ke konten utama

Jalan-jalan ke Taman Balekambang Solo (2)

​Desember 2016
Aku pergi ke solo bersama 8 temanku. Butuh waktu yang lama untuk mempersiapkan hari keberangkatan, karena mayoritas dari kami adalah  pekerja. Pagi jam 6 kami memutuskan untuk berkumpul di stasiun lempuyangan. Namun aku harus menjemput temanku dulu di rumahnya. Aku kira saat itu dia sudah siap dan tinggal berangkat, ternyata masih mandi. Memakan banyak waktu lagi deh buat nunggu. Saat itu lah aku mulai gelisah. Bagaimana dengan teman-temanku?  apa mereka sudah berangkat? Jangan-jangan mereka sudah di stasiun? Kenapa ga ada yang ngabarin?
Krik krik.. Ternyata kuota ku habis!  gimana nih?  jangan-jangan mereka udah nyampe, apa mereka sudah pesan tiket, jam berapa nih keretanya berangkat.. Panik lagi deh. Dan saat itu aku langsung bergegas menuju stasiun lempuyangan, jalanan masih sepi dan lenggang karena saat itu adalah hari libur.
Sesampainya di stasiun aku bertemu dengan satu orang temanku. Aku kira semua sudah disana. Namun saat dicari ternyata tidak ada. Sembari menunggu mereka aku membeli tiket untuk 9 orang, kemudian aku menghubungi 6 temanku yang lainnya via grup WA
 Dan apa yang terjadi? 
Enam dari kami justru berkumpul di stasiun tugu!  iya, kita berkumpul ditempat yang berbeda.
Sekitar jam 7 lebih, kereta yang kami tumpangi berangkat ke solo.Oh iya harga tiket kereta pramex jogja-solo Rp 7000 (pada saat itu). Perjalan yang cukup menyenangkan, ini bukan kali pertamanya aku naik kereta. Tapi aku selalu ingin menaikkinya. Aku melewati banyak stasiun, melihat lalu lintas, dan rindangnya persawahan menghiasi perjalananku di dalam kereta. Sehingga perjalananku tak terasa lama. Setelah sampai kami langsung keluar dari stasiun balapan. Saat itulah perjalanan kami dimulai.
Awalnya kami bingung akan mengendarai apa, namun saat itu ada taxi yang menawarkan diri untuk kami tumpangi ber sembilan. Kami menuju tempat wisata yang jaraknya tak jauh dari stasiun. Yang pertama adalah taman balekambang solo.
 Sesampainya disana, kami berfoto-foto dulu di depan lokasi dan kami lanjutkan untuk masuk. Tidak ada biaya/tiket masuk untuk ke taman (kecuali taman reptil). Tempatnya luas, tenang, nyaman, banyak tempat duduk, dan banyak rusa yang dibiarkan membaur bersama pengunjung. Rasanya aku tak akan bosan bila berkunjung ke tempat ini walau berkali-kali. Di dalamnya terdapat kolam besar dan tersedia wahana berupa perahu kayuh,namun sangat disayangkan area kolam tersebut masih terlihat kotor dengan adanya beberapa sampah yang tidak dipungut. Selain itu fasilitas lainnya adalah adanya mushola, tak begitu besar namun cukup nyaman, bersih dan tempat wudhu serta kamar mandi antara perempuan dan laki-laki sudah dipisahkan. Untuk menggunakan fasilitas itu pun kita disediakan kotak dan dikenakan biaya seiklasnya. Di dalam taman balekambang ini juga terdapat taman reptil, kolam renang, dan taman bermain, namun menggunakan tiket/biaya tambahan. Untuk menghemat uang kita tidak mencobanya, hehe..
Destinasi ke dua adalah keraton surakarta. Setelah keluar dari lokasi taman balekambang kami bersembilan berjalan mencari angkutan. Dan ternyata susah untuk di temukan, bahkan trans solo sekalipun. Angkutan umum pun tidak ada. Namun kami di arahkan ketempat pangkalan bis kuning. Perjalanan kami lumayan jauh, tapi jika dilakukan bersama berjalan kakipun sangat menyenangkan dan tidak terasa melelahkan. Saat itu kami bertemu dan langsung menyewa angkutan berupa bis kecil kuning seharga Rp 100.000 pp (dibagi 9 orang, jadi per orang bayar 11.000), pas sekali tempat duduknya untuk 10orang beserta sopirnya. Agar tidak kesusahan mencari angkutan lagi,kami memesan agar pada sopir datang kembali untuk menjemput kami jam 16.00 wib.
Tidak diduga perjalanan menuju keraton sangat macet total, kami baru sadar jika saat itu adalah perayaan maulud nabi dan diadakan grebek. Kami akhirnya tidak jadi ke keraton melainkan berjalan ke pasar klewer yang saat itu dipindahkan di Alun-Alun karena masih proses renovasi setelah terjadi kebakaran. Aku membeli satu set baju anak seharga Rp 25.000 untuk adikku di rumah. Disana orang pasti tergiur untuk membeli barang-barang karena harganya murah-murah dan bisa ditawar. Setelah lelah dengan perjalanan kami, kami bergegas mencari makan siang. tak sulit untuk mencari makan di sana dan pilihan kami berakhir di penjual bakso dan mie ayam. Harganya Rp 8.000 per mangkuk. Setelah selesai makan, kami bergegas menuju masjid gede untuk sholat ashar dan beristirahat sejenak. Jalannya pun sangat berdesakan, mengingat bahwa tadi telah berlangsung kirab grebek. Untuk menghabiskan waktu dan menunggu jemputan, kami berjalan-jalan diarea sekitar masjid dan mencari oleh-oleh.
Jam 16.30 kami dijemput dan sampai di stasiun balapan jam 17.15 dikarenakan macet. Perjalanan ini sangat menyenangkan, sopir tidak hanya berdiam saja namu dia menceritakan semua tentang solo. Waaw, pengetahuanku jadi bertambah. Sayang sekali, keberuntungan tidak memihak pada kami. Tiket solo-jogja untuk jam 17.45 habis dan hanya tersedia untuk jam 20.15 untuk kereta prameks. Aku dan ke enam temanku terpaksa membeli tiket kereta sriwedari seharga Rp 42.000 (lupa sebenarnya) demi pulang tepat waktu dan tidak larut malam. kereta berangkat jam 18.20. Sembari menunggu kereta aku dan beberapa temanku sholat maghrib di mushola stasiun. Letaknya di dalam dan bila kita akan masuk kita harus meninggalkan kartu identitas.
18.20 kereta kami berangkat. Ternyata sebanding dengan harganya, di kereta sriwedari ini lebih nyaman,bersih dan terdapat fasilitas lainnya. Sampai-sampai aku tertidur di dalamnya. Sayang sekali keretaku hanya berhenti di stasiun tugu, sedangkan motorku berada di stasiun lempuyangaan. Alhasil aku dan temanku berjalan kaki dari stasiun tugu ke stasiun lempuyangan demi menghemat biaya dan Lokasinya pun tidak terlalu jauh. sampai sinilah perjalanku ke solo. See u next trip!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rasa yang ada: Ruang Tengah cafe, Jogja

Mager banget sebenarnya buat keluar rumah. Rasanya daya magnet di kasur ku semakin kuat, pokoknya makin kuat. Tapi tiba-tiba ada chat masuk dari teman lama. Namanya Yola. Bukan yolanda sang kekasih andika rindu band heuheu. Hampir 5 tahun gak ketemu tiba-tiba dia ngajak meet up. Saat itu juga aku malak buat di traktir. Niat nya bercanda eh taunya di dapar gratisan beneran. Alhamdulillah rezeki anak soleh katanya. Tak usah pikir panjang mikir ita itu kami langsung milih tempat ini. Kami datang jam 10pagi. Ya maklum lah namanya juga tempat nongkrong pasti ramenya juga malam. Tapi apalah daya kalau sama sama pekerja jadi ga sengaja aja gitu pisa pas bareng hari liburnya.

Suasananya asik. Buat tipe introvert kaya aku sih enak enak aja. Nyaman, tenang, bersih dan lokasinya strategis. Buat yang suka foto atau selfi it.s okay lah ya. Tergantung pengambilannya. Buat yang habis olahraga di alun alun selatan boleh lah ya breakfast disini. Mau yang vegetable ada, yang bread juga ada. Tenang....…

Ada Yang Baru Nih di Bantul, R3 Cafe Namanya

Yuhu! Akhirnya aku nemu tempat nongki, ahai. Pokoknya yang kekinian dan lokasinya deket rumah. Sebenarnya di Jogja sendiri sudah ada banyak tempat ngopi ataupun tempat makan lainnya yang tak kalah asik sih. Tapi karena aku adalah tipe manusia yang mager, kadang buat keluar terlalu jauh cuma untuk cari makan tuh gimana ya? ah males banget. Ya kali, mending masak sendiri. Jadi, disini aku mau mengulas sedikit tentang R3 Cafe yang baru buka dan  lokasinya tak begitu jauh dari rumahku. Kamu bisa baca-baca dulu ulasan Disini
Tempat dan fasilitas
Tempat yang asik menurutku itu... yang pasti kekinian dan tetap tenang. Lokasinya di Brajan, Tamantirto, Kasihan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Sudah ada di Google Map ya, jadi mudah untuk dicari. Untuk menuju ke R3 Cafe, kita masih bisa menjumpai beberapa sawah yang masih terbentang di pinggir jalan. Meskipun terkesan berada di plosok, tempat ini mudah dijangkau. Cukup 15 menit dari pusat kota dengan lalu lintas senggang. Karena tidak berad…

Sate Ratu, Sajian khas Indonesia dengan rasa mendunia

Bang, satenya bang...

Familiar tidak dengan kalimat diatas? Pastinya tidak dong, hehehe. Kamu suka makan sate? Atau setidaknya pernah makan satu sate atau tujuh tusuk sate gitu untuk mencicipi? Pasti tau dong makanan khas Indonesia yang satu ini. Makanan yang terbuat dari daging yang di potong kecil-kecil lalu ditusuk dengan lidi kemudian dibakar dan diberi bumbu. Seiring berjalannya waktu, bumbu pada sate tak hanya berbahan dasar kacang saja, namun sudah banyak variasi resepnya. Cara penyajiannya pun ada banyak pilihan, sate bisa ditata biasa atau di ikat dan diberdirikan supaya lebih menarik. Selain disajikan diatas piring, penyajian sate juga bisa di pincuk, yaitu penyajian menggunakan daun pisang menyerupai bentuk kerucut terbalik yang disematkan menggunakan lidi. Pincuk ini masih banyak dijumpai pada penjual sate keliling.
Ngomongin soal sate, pernahkah kamu makan sate tapi kadang nemu yang belum matang sepenuhnya? Atau malah ada sisinya yang gosong? Belum lagi kalau satenya sa…