“Istimewa” itu Jogja

DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
Yogyakarta adalah kota pelajar. Selain itu Yogyakarta saat ini juga merupakan tempat tujuan wisata andalan ke dua setelah Bali. Yogyakarta memiliki multikulturalisme yang tinggi. Kita dapat melihat berbagai kebudayaan indonesia yang membaur menjadi satu di kota ini. Kota ini tak pernah sepi akan pengunjung, baik wisatawan dalam maupun luar terutama pada masa liburan. Kota Yogyakarta ini sangat begitu menarik, setiap sudutnya dapat menjadi daya tarik tersendiri. Tempat wisata,kuliner,budaya, dan kesenian serta arsitektur bangunan yang ada di Yogyakarta bisa membuat siapa saja jatuh cinta bahkan ingin kembali lagi ke kota ini. Ada banyak hal yang tak bisa dilupakan begitu saja di salah satu kota yang ada di Pulau Jawa ini. Selain fenomenal, Yogyakarta juga merupakan kota yang memiliki banyak kisah sejarah, adat istiadat, wisata belanja, wisata alam maupun kuliner yang banyak pilihan dan dirasa tidak boleh terlupa untuk disinggahi walaupun hanya sebentar. 
Di Yogyakarta ini sering sekali bahkan hampir tak pernah sepi akan acara budaya,pertunjukkan,pameran,kuliner,festival dan event-event kecil maupun besar lainnya, seperti acara tahunan Festival Kesenian Yogyakarta (FKY) yang diadakan disetiap kabupaten dan berpusat di Jogja. Kemudian ada acara berskala internasional seperti Prambanan Jazz. yang di adakan di kompleks candi Prambanan. Selain artis Indonesia, musisi dari luar negeri seperti Sarah Brightman juga ada. Jogja International Air Show, Jelajah Heritage, Jogja International Street Perfomance, dan masih banyak lagi. Wisata MICE juga merupakan salah satu andalan pariwisata di Yogyakarta yang sedang digencarkan di lihat dari banyaknya penyelenggara kegiatan MICE baik skala nasional maupun internasional yang dilaksanakan di kota ini . Fasilitas untuk penyelenggaraan MICE di Yogyakarta juga sangat menunjang karena banyak hotel yang menyediakan tempat pertemuan yang baik untuk pertemuan berstandar nasional maupun internasional. Walaupun kegiatan MICE di Yogyakarta ini cukup baik karena untuk kegiatan MICE dengan objek wisata dekat dan akses menuju objek wisata relatif mudah namun aksesbilitasnya masih kurang, seperti direct flight ke Yogyakarta masih terbatas. Sehingga bandara baru yang sedang di bangun di daerah kulon progo diharapkan akan membawa pengaruh yang banyak terutama kegiatan MICE dari luar negeri.Namun ada beberapa hal yang menyebabkan MICE di Yogyakarta belum terlalu berkembang karena wisata MICE belum menjadi agenda tetap dan belum optimalnya dukungan segenap pelaku pariwisata terhadap wisata MICE di Yogyakarta serta kurang tahunya tentang apa itu MICE oleh masyarakat setempat
Yogyakarta adalah destinasi wisata yang sangat mempesona. Perkembangan wisata di Yogyakarta begitu pesat. Puluhan objek wisata baru semakin bermunculan, sehingga Yogyakarta sering disebut menjadi kota dengan pertumbuhan wisatawan tertinggi di Indonesia. Yogyakarta selalu membuat spot-spot wisata baru setiap bulannya. Kemudian spot-spot tersebut di promosikan melalui media sosial, salah satunya adalah instagram yang begitu cepat menjadi viral dan memberikan efek yang positif sehingga para pengguna media sosial dibuat penasaran dan ingin mendatangi lokasi-lokasi baru tersebut. Objek wisata lain menjadi terpacu untuk terus kreatif membuat spot wisata baru yang tidak lupa dengan adanya spot selfie yang menjadi favorite para pengujung wisata lokal. Berbagai tempat wisata di Yogyakarta masih kental dengan seni dan budaya jawa menjadi ciri khas dari kota ini. Bahkan banyak wisatawan dari luar negeri yang ingin belajar dan memperdalam seni budaya jawa seperti wayang, tari, seni musik gamelan, membatik dan masih banyak lagi. Destinasi wisata di jogja begitu banyak. Kulon Progo, disana kita dapat menjumpai banyak air terjun. Tak cukup satu hari untuk menyusurinya satu per satu. Bantul, disana banyak wisata alam seperti pemandangan di mangunan,puncak becici dan masih banyak wisata disekitarnya. Sleman, disana kita dapat melihat kokohnya Gunung Merapi, museum, taman wisata Kaliurang dan lainya. Gunung Kidul, memiliki begitu banyak pantai yang berpasir putih, bahkan tak dapat dihitung dengan jari. Yogyakarta, dari Tugu menuju arah keselatan kita menjumpai banyak tempat wisata seperti Malioboro, Taman Pintar, Museum, Keraton Yogyakarta, situs bersejarah Tamansari dan masih banyak lagi disekitarnya. 
Yogyakarta sering disebut  sebagai pasar bagi para pebisnis. Banyak sekali industri kecil yang bermunculan di kota ini. Beberapa artis dalam negeri pun banyak yang mendirikan bisnis di kota ini. Perkembangan industri ini tak lepas dari kreatifitas orang-orangnya. Tak heran jika Yogyakarta menghasilkan banyak individu yang kreatif, karena Yogyakarta merupakan salah satu kota seniman. Salahsatu Industri kreatif yang berkembang di kota ini adalah kuliner. Mulai dari jajanan kaki lima hingga restauran mahal dan berbintang. Produk-produk yang dipasarkan juga unik-unik, berbeda dan selalu memiliki ide-ide baru tanpa meninggalkan kesan Jogja didalamnya. Seperti kuliner di malioboro, sepanjang jalan tersebut ada puluhan tempat makan mulai dari angkringan hingga restauran. Selain enak, murah, dan bergizi, harganyapun cukup murah. Makanan tradisional juga masih mudah di jumpai di sudut kota. Salah satunya yaitu gudeg. Di daerah umbulharjo kita dapat menemukan penjual gudeg legendaris bernama “Gudeg Pawon”, seperti namanya saat kita tiba disana kita dapat mengambil langsung makanan tersebut di dapurnya langsung. untuk mahasiswa di kota ini pun sangat termanjakan karena banyaknya sajian warung angkringan dengan menu khas, hampir di setiap jalan yang kita lewati pasti ada angkringan. Untuk orang yang tidak suka dengan menu-menu sederhana, dapat mencoba makanan dan minuman para raja dan ratu keraton Yogyakarta di Bale Raos yang letaknya di kompleks keraton. Menu yang disajikan seperti selat husar,bir jawa dan lain-lain. Tak heran jika kuliner tradisional lebih kuat daripada kuliner modern, karena wisatawan yang datang pasti ingin menikmati suatu kuliner yang berbeda salah satunya kuliner tradisional sedangkan kuliner modern dapat ditemukan dimanapun. Selain dari produk, tempat kuliner di Yogyakarta juga memiliki fasilitas yang istimewa. Seperti di restoran Bukit Bintang yang terletak di Patuk,Gunung Kidul. Saat makan malam disini kita bisa melihat pemandangan Yogyakarta dari atas gunung, ditambah dengan gemerlapnya lampu-lampu yang ada. Rumah makan Banyu Mili, tempat ini juga memiliki fasilitas berupa kolam renang gratis untuk pengunjung yang makan ditempat . kemudian ada Kedai Rakyat Jelata yang bernuansa jawa, menu yang di sajikan juga makanan-makanan desa, begitu pula pelayanannya yang membuat kita nostalgia dan ingin selalu kembali di kota Yogyakarta.
Setiap langkah pasti menemukan hotel. Itulah julukan untuk Yogyakarta saat ini. Untuk menemukan penginapan di Yogyakarta tidaklah sulit. Dari mulai hotel berbintang dan non bintang. Wajar bila banyak pelaku usaha untuk mengembangkan bisnis hotel dan penginapan dikarenakan semakin banyaknya wisatawan yang datang ke Yogyakarta dan menjadikannya sebagai destinasi wisata utama mereka. Apalagi sejak destinasi di Yogyakarta selalu bertambah. Banyaknya hotel di Yogyakarta memang akan menyerap banyak tenaga kerja dan menambah pertumbuhan usaha lainnya seperti transportasi, kerajinan, kuliner, dan bahkan pertanian. Sehingga pendapatan masyarakat dapat bertambah. Seiring perkembangan waktu, fasilitas ruang rapat dan ruang serbaguna sering dicari, oleh sebab itu saat ini hotel-hotel di Yogyakarta banyak yang membangun fasilitas untuk kegiatan MICE. Saat ini hotel-hotel juga menyediakan layanan online booking yang memberi pengaruh cukup besar. Rasanya Yogyakarta saat ini telah dipenuhi oleh hotel-hotel yang menjunjung tinggi seakan menutupi birunya langit dan gagahnya merapi di sebelah utara kota. Hal ini tidak seimbang dengan daerah yang ada di Kabupaten Bantul dan Gunungkidul. Hotel disana belum banyak hotel. Walaupun jumlah hotel di Yogyakarta sudah dianggap melebihi kapasitas dan sudah over suplai yang melebihi jumlah wisatawan yang masuk ke wilayah ini, pembangunan hotel-hotel baru masih saja dijumpai bahkan banyak yang sedang tahap pembanguanan. Seharusnya pembangunan hotel diarahkan ke Bantul,Kulonprogo, dan Gunungkidul. Perkembangan ini justru dapat merusak karakteristik budaya dan tidak membuat kota Yogyakarta semakin tidak nyaman karena banyak desain hotel yang tidak sesuai dengan desain hotel yang tidak sesuai dengan desain tradisional yang menjadi ciri khas kota Yogyakarta. Sedangkan di Kota Pelajar ini justru perpustakaan dan toko buku malah makin ditinggalkan.
Kemacetan di kota Yogyakarta kini mulai menjadi permasalahan. Bagaimana tidak, kendaraan terus bertambah sedangkan jalan tak bisa di perlebar lagi. Biro dan Travel di Yogyakarta juga sudah banyak disini. Apalagi kini juga sudah banyak tersedia aplikasi-aplikasi bisnis perjalanan sehingga para pengunjung lebih mudah mencari transportasi. Seperti jasa ojek, sudah banyak tersedia di Yogyakarta. Transjogja kini juga menambah bus dan jalur-jalurnya telah di berbanyak. Sayangnya dari sekian banyak fasilitas, untuk layanan kaum difabel belum banyak dijumpai. Di Yogyakarta juga memiliki transportasi bernama Domapan,yaitu bus dua lantai yang beratap terbuka. Bus ini digunakan untuk mengelilingi beberapa destinasi wisata di pusat kota. Sayangnya bus ini hanya bisa di sewa oleh orang-orang tertentu.

Komentar