Langsung ke konten utama

Rasa yang ada: Ruang Tengah cafe, Jogja


Mager banget sebenarnya buat keluar rumah. Rasanya daya magnet di kasur ku semakin kuat, pokoknya makin kuat. Tapi tiba-tiba ada chat masuk dari teman lama. Namanya Yola. Bukan yolanda sang kekasih andika rindu band heuheu. Hampir 5 tahun gak ketemu tiba-tiba dia ngajak meet up. Saat itu juga aku malak buat di traktir. Niat nya bercanda eh taunya di dapar gratisan beneran. Alhamdulillah rezeki anak soleh katanya. Tak usah pikir panjang mikir ita itu kami langsung milih tempat ini. Kami datang jam 10pagi. Ya maklum lah namanya juga tempat nongkrong pasti ramenya juga malam. Tapi apalah daya kalau sama sama pekerja jadi ga sengaja aja gitu pisa pas bareng hari liburnya.

Suasananya asik. Buat tipe introvert kaya aku sih enak enak aja. Nyaman, tenang, bersih dan lokasinya strategis. Buat yang suka foto atau selfi it.s okay lah ya. Tergantung pengambilannya. Buat yang habis olahraga di alun alun selatan boleh lah ya breakfast disini. Mau yang vegetable ada, yang bread juga ada. Tenang.... Nasi juga ada kok.  Biasa kan, kalau orang kata sih "belum kenyang kalau belum makan nasi".  Tapi serius deh, porsi makanan disini tuh ngenyangin. Walaupun emang perut orang beda beda sih. Soal rasa.... Menurut aku nih ya.. Oke oke aja masih sama, rasa nya masih sama dari dulu sampe sekarang rasaku ke kamu ga akan pernah berubah. Selalu dan selamanya Cieeeeeeeee!!! Curhat bu

Eh tapi aku serius nih. Soal rasa masih umum kaya cafe lainnya. Enak tapi belum ada rasa nagih. Yaudah deh daripada aku banyak argumen. Kalian cobalah..  Datang ketempat ini dan buat memori bersama sang...  (isi sendiri).




Lokasinya yang bertempat di Jl. Patehan Lor, Jogja, yang tak jauh dari Alun-Alun Selatan ini tampak mungil, modern, dan cukup nyaman. Saya pun merasa bahwa pilihan saya untuk menghabiskan waktu sekitar satu jam di gerai ini terbillang tepat. Saya pun masuk ke dalam dan duduk di salah satu meja yang berada di dekat jendela depan. Dengan ramah, mas penjaganya pun menyambangi saya sambil memberikan daftar menunya. Karena tenggelam dalam rasa yang ditawarkan oleh tiap-tiap menu yang saya pesan, tak terasa satu jam telah berlalu. Saya pun bergegas merapikan beberapa peralatan saya yang tergeletak di atas meja. Meski masih ingin sedikit bersantai di gerai yang nyaman ini, saya pun mengangkat badan saya dan bergegas untuk pulang


Ruang Tengah Café
Jl. Patehan Lor, Jogja
11.00 – 23.00 WIB






Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ada Yang Baru Nih di Bantul, R3 Cafe Namanya

Yuhu! Akhirnya aku nemu tempat nongki, ahai. Pokoknya yang kekinian dan lokasinya deket rumah. Sebenarnya di Jogja sendiri sudah ada banyak tempat ngopi ataupun tempat makan lainnya yang tak kalah asik sih. Tapi karena aku adalah tipe manusia yang mager, kadang buat keluar terlalu jauh cuma untuk cari makan tuh gimana ya? ah males banget. Ya kali, mending masak sendiri. Jadi, disini aku mau mengulas sedikit tentang R3 Cafe yang baru buka dan  lokasinya tak begitu jauh dari rumahku. Kamu bisa baca-baca dulu ulasan Disini
Tempat dan fasilitas
Tempat yang asik menurutku itu... yang pasti kekinian dan tetap tenang. Lokasinya di Brajan, Tamantirto, Kasihan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Sudah ada di Google Map ya, jadi mudah untuk dicari. Untuk menuju ke R3 Cafe, kita masih bisa menjumpai beberapa sawah yang masih terbentang di pinggir jalan. Meskipun terkesan berada di plosok, tempat ini mudah dijangkau. Cukup 15 menit dari pusat kota dengan lalu lintas senggang. Karena tidak berad…

Sate Ratu, Sajian khas Indonesia dengan rasa mendunia

Bang, satenya bang...

Familiar tidak dengan kalimat diatas? Pastinya tidak dong, hehehe. Kamu suka makan sate? Atau setidaknya pernah makan satu sate atau tujuh tusuk sate gitu untuk mencicipi? Pasti tau dong makanan khas Indonesia yang satu ini. Makanan yang terbuat dari daging yang di potong kecil-kecil lalu ditusuk dengan lidi kemudian dibakar dan diberi bumbu. Seiring berjalannya waktu, bumbu pada sate tak hanya berbahan dasar kacang saja, namun sudah banyak variasi resepnya. Cara penyajiannya pun ada banyak pilihan, sate bisa ditata biasa atau di ikat dan diberdirikan supaya lebih menarik. Selain disajikan diatas piring, penyajian sate juga bisa di pincuk, yaitu penyajian menggunakan daun pisang menyerupai bentuk kerucut terbalik yang disematkan menggunakan lidi. Pincuk ini masih banyak dijumpai pada penjual sate keliling.
Ngomongin soal sate, pernahkah kamu makan sate tapi kadang nemu yang belum matang sepenuhnya? Atau malah ada sisinya yang gosong? Belum lagi kalau satenya sa…