Langsung ke konten utama

Asik! Destinasi Digital Pasar Banyunibo


Kamu pernah ke candi? Ada apasih di candi? Pasti semua tau ya, candi merupakan sebuah bangunan keagamaan tempat ibadah peninggalan dari peradaban Hindu-Buddha yang dihias dengan berbagai macam ukiran. Salah satunya di Yogyakarta yaitu Candi Banyunibo. Kalau kamu berkunjung ke candi, apa yang kamu cari? Belajar sejarah, berfoto, cari makan atau sekedar main sama temen? Setelah belajar mengenai candi Banyunibo, kamu bisa menikmati fasilitas yang tersedia di Pasar Banyunibo.
Lokasinya berada di selatan Situs Ratu Boko, tepatnya di Komplek Candi Banyunibo yang ada di dusun Cepit, Desa Bokoharjo, Sleman dan pasarnya sendiri ada disebelahnya. Untuk menuju tempat ini membutuhkan waktu sekitar 40 menit dari Kota Yogyakarta. Gimana, jauh tidak dari rumahmu? Yuk keluar rumah, kita main bareng.

Pasar Banyunibo merupakan salah satu destinasi digital yang diinisiasi oleh komunitas GenPI Jogja. Waktu itu aku datang bersamaan dengan acara hut GenPI Jogja. Untuk menuju ke lokasi aku mengandalkan Gmaps dan papan arah di sekitar jalan. Hamparan sawah yang menyejukkan mata dan padi yang menguning seakan membawa kegembiraan ketika tiba di tempat. Halaman parkir luas, terdapat mushola, toilet, dan fasilitas lainnya. Selain itu berbagai permainan tradisional juga tersedia di sini. Seperti Kitiran, Egrang, Long Bambu, dan congklak. Panggung sederhana dengan bentuk yang berbeda, dihiasi ranting-ranting yang berbentuk unik disertai sorot lampu yang warna-warni, dengan latar belakang candi membuat penampilan panggung menjadi lebih indah. Berbagai macam kuliner tersedia di pasar banyunibo, ada nasi telang, pecel, sego wiwit, soto, kolak, jenang, dawet,  dan lainnya. Untuk pembayaran cukup unik, tukarkan uangmu terlebih dahulu dengan koin kayu untuk jajan. Bangunan pasarpun dibuat dengan sedemikian rupa menambah nuansa pedesaan sehingga membuat orang yang berkunjung merasa nyaman dan menikmatinya. Apalagi ditambah dengan pertunjukan seni tari, stand up comedi, dan workshop penulisan lagu. 

Pasar Banyunibo buka setiap hari Minggu jam 07.00-12.00. Jadi, Bagaimana jika akhir pekan ini kita pergi ke sana.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rasa yang ada: Ruang Tengah cafe, Jogja

Mager banget sebenarnya buat keluar rumah. Rasanya daya magnet di kasur ku semakin kuat, pokoknya makin kuat. Tapi tiba-tiba ada chat masuk dari teman lama. Namanya Yola. Bukan yolanda sang kekasih andika rindu band heuheu. Hampir 5 tahun gak ketemu tiba-tiba dia ngajak meet up. Saat itu juga aku malak buat di traktir. Niat nya bercanda eh taunya di dapar gratisan beneran. Alhamdulillah rezeki anak soleh katanya. Tak usah pikir panjang mikir ita itu kami langsung milih tempat ini. Kami datang jam 10pagi. Ya maklum lah namanya juga tempat nongkrong pasti ramenya juga malam. Tapi apalah daya kalau sama sama pekerja jadi ga sengaja aja gitu pisa pas bareng hari liburnya.

Suasananya asik. Buat tipe introvert kaya aku sih enak enak aja. Nyaman, tenang, bersih dan lokasinya strategis. Buat yang suka foto atau selfi it.s okay lah ya. Tergantung pengambilannya. Buat yang habis olahraga di alun alun selatan boleh lah ya breakfast disini. Mau yang vegetable ada, yang bread juga ada. Tenang....…

Ada Yang Baru Nih di Bantul, R3 Cafe Namanya

Yuhu! Akhirnya aku nemu tempat nongki, ahai. Pokoknya yang kekinian dan lokasinya deket rumah. Sebenarnya di Jogja sendiri sudah ada banyak tempat ngopi ataupun tempat makan lainnya yang tak kalah asik sih. Tapi karena aku adalah tipe manusia yang mager, kadang buat keluar terlalu jauh cuma untuk cari makan tuh gimana ya? ah males banget. Ya kali, mending masak sendiri. Jadi, disini aku mau mengulas sedikit tentang R3 Cafe yang baru buka dan  lokasinya tak begitu jauh dari rumahku. Kamu bisa baca-baca dulu ulasan Disini
Tempat dan fasilitas
Tempat yang asik menurutku itu... yang pasti kekinian dan tetap tenang. Lokasinya di Brajan, Tamantirto, Kasihan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Sudah ada di Google Map ya, jadi mudah untuk dicari. Untuk menuju ke R3 Cafe, kita masih bisa menjumpai beberapa sawah yang masih terbentang di pinggir jalan. Meskipun terkesan berada di plosok, tempat ini mudah dijangkau. Cukup 15 menit dari pusat kota dengan lalu lintas senggang. Karena tidak berad…

Sate Ratu, Sajian khas Indonesia dengan rasa mendunia

Bang, satenya bang...

Familiar tidak dengan kalimat diatas? Pastinya tidak dong, hehehe. Kamu suka makan sate? Atau setidaknya pernah makan satu sate atau tujuh tusuk sate gitu untuk mencicipi? Pasti tau dong makanan khas Indonesia yang satu ini. Makanan yang terbuat dari daging yang di potong kecil-kecil lalu ditusuk dengan lidi kemudian dibakar dan diberi bumbu. Seiring berjalannya waktu, bumbu pada sate tak hanya berbahan dasar kacang saja, namun sudah banyak variasi resepnya. Cara penyajiannya pun ada banyak pilihan, sate bisa ditata biasa atau di ikat dan diberdirikan supaya lebih menarik. Selain disajikan diatas piring, penyajian sate juga bisa di pincuk, yaitu penyajian menggunakan daun pisang menyerupai bentuk kerucut terbalik yang disematkan menggunakan lidi. Pincuk ini masih banyak dijumpai pada penjual sate keliling.
Ngomongin soal sate, pernahkah kamu makan sate tapi kadang nemu yang belum matang sepenuhnya? Atau malah ada sisinya yang gosong? Belum lagi kalau satenya sa…