Langsung ke konten utama

Jagongan Destinasi Digital, Menpar Kunjungi Pasar Kakilangit





Selasa, 31 Juli 2018 Destinasi Digital Pasar Kakilangit yang berada di Sendang, Mangunan, Dlingo, Bantul menggelar acara "Jagongan Destinasi Digital" pukul 14.00-18.00 WIB. Acara ini dihadiri oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya sebagai tamu utama.

Seketika pandangan tertuju pada satu orang yaitu Yuki Kato, yang ternyata datang terlebih dahulu. Siapa sih yang nggak kenal dengan artis ini, mempunyai bakat akting sejak kecil dan terus dikembangkan hingga saat ini. Artis ibukota ini langsung menelusuri lapak-lapak pedagang di Pasar Kakilangit dan membeli beberapa jajanan di sana salah satunya wedang uwuh. "Aku pengen ke sini lagi sama adik-adikku dan keluargaku" jawab Yuki Kato saat ditanya oleh salah satu wartawan.

Tak berselang lama rombongan Menteri Pariwisata datang. Kedatangan Bapak Arief Yahya ini disambut dengan Tari Pudjiastuti oleh AKSBY dan Flashmob oleh Koko Cici DIY serta Dimas Diajeng setempat. Tak lupa pula diberikannya blangkon dari Nunung Elizabeth selaku ketua GenPI Jogja kepada Bapak Arief Yahya dengan maksud balangkon sebagai simbol Jogja. Sembari menunggu sambutan, ada karawitan dari murid-murid SD Mangunan dan pertunjukan seni keroncong Sorlem.
"Ada 8 Destinasi digital di Yogyakarta yang sedang dikembangkan " ungkap Elizabeth saat memberi sambutan. Dilanjutkan dengan jagongan digital bersama Arief Yahya, ada banyak topik yang menjadi pembahasan disana, antaranya adalah Sharing Economy, Media Venue, Customer Venue, Digital Company dan masih banyak lagi.

Acara dilanjutkan dengan pemukulan lesung oleh Bapak Menteri Pariwisata sebagai bukti telah diluncurkannya Pasar Kakilangit yang sebelumnya baru tahap soft opening dan pelepasan ikan oleh Bapak Arief Yahya dan Yuki Kato.

Rombongan Menteri Pariwisata meninggalkan tempat pada pukul 17.30. "jadi kesimpulannya saya sangat senang salah satunya yaitu mengetahui akan ada lagi 7 destinasi digital di Yogyakarta" imbuh bapak Arief Yahya. Dengan adanya acara ini diharapkan dapat memperluas informasi mengenai pasar dan menambah kunjungan wisatawan ke Pasar Kakilangit.
Foto doc GenPI Jogja 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rasa yang ada: Ruang Tengah cafe, Jogja

Mager banget sebenarnya buat keluar rumah. Rasanya daya magnet di kasur ku semakin kuat, pokoknya makin kuat. Tapi tiba-tiba ada chat masuk dari teman lama. Namanya Yola. Bukan yolanda sang kekasih andika rindu band heuheu. Hampir 5 tahun gak ketemu tiba-tiba dia ngajak meet up. Saat itu juga aku malak buat di traktir. Niat nya bercanda eh taunya di dapar gratisan beneran. Alhamdulillah rezeki anak soleh katanya. Tak usah pikir panjang mikir ita itu kami langsung milih tempat ini. Kami datang jam 10pagi. Ya maklum lah namanya juga tempat nongkrong pasti ramenya juga malam. Tapi apalah daya kalau sama sama pekerja jadi ga sengaja aja gitu pisa pas bareng hari liburnya.

Suasananya asik. Buat tipe introvert kaya aku sih enak enak aja. Nyaman, tenang, bersih dan lokasinya strategis. Buat yang suka foto atau selfi it.s okay lah ya. Tergantung pengambilannya. Buat yang habis olahraga di alun alun selatan boleh lah ya breakfast disini. Mau yang vegetable ada, yang bread juga ada. Tenang....…

Ada Yang Baru Nih di Bantul, R3 Cafe Namanya

Yuhu! Akhirnya aku nemu tempat nongki, ahai. Pokoknya yang kekinian dan lokasinya deket rumah. Sebenarnya di Jogja sendiri sudah ada banyak tempat ngopi ataupun tempat makan lainnya yang tak kalah asik sih. Tapi karena aku adalah tipe manusia yang mager, kadang buat keluar terlalu jauh cuma untuk cari makan tuh gimana ya? ah males banget. Ya kali, mending masak sendiri. Jadi, disini aku mau mengulas sedikit tentang R3 Cafe yang baru buka dan  lokasinya tak begitu jauh dari rumahku. Kamu bisa baca-baca dulu ulasan Disini
Tempat dan fasilitas
Tempat yang asik menurutku itu... yang pasti kekinian dan tetap tenang. Lokasinya di Brajan, Tamantirto, Kasihan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Sudah ada di Google Map ya, jadi mudah untuk dicari. Untuk menuju ke R3 Cafe, kita masih bisa menjumpai beberapa sawah yang masih terbentang di pinggir jalan. Meskipun terkesan berada di plosok, tempat ini mudah dijangkau. Cukup 15 menit dari pusat kota dengan lalu lintas senggang. Karena tidak berad…

Sate Ratu, Sajian khas Indonesia dengan rasa mendunia

Bang, satenya bang...

Familiar tidak dengan kalimat diatas? Pastinya tidak dong, hehehe. Kamu suka makan sate? Atau setidaknya pernah makan satu sate atau tujuh tusuk sate gitu untuk mencicipi? Pasti tau dong makanan khas Indonesia yang satu ini. Makanan yang terbuat dari daging yang di potong kecil-kecil lalu ditusuk dengan lidi kemudian dibakar dan diberi bumbu. Seiring berjalannya waktu, bumbu pada sate tak hanya berbahan dasar kacang saja, namun sudah banyak variasi resepnya. Cara penyajiannya pun ada banyak pilihan, sate bisa ditata biasa atau di ikat dan diberdirikan supaya lebih menarik. Selain disajikan diatas piring, penyajian sate juga bisa di pincuk, yaitu penyajian menggunakan daun pisang menyerupai bentuk kerucut terbalik yang disematkan menggunakan lidi. Pincuk ini masih banyak dijumpai pada penjual sate keliling.
Ngomongin soal sate, pernahkah kamu makan sate tapi kadang nemu yang belum matang sepenuhnya? Atau malah ada sisinya yang gosong? Belum lagi kalau satenya sa…