Langsung ke konten utama

Hangatnya suasana di Pasar Ngingrong




Ini adalah kali keduanya aku berada di Pasar Ngingrong. Singkat cerita, pertama kali kemari hanyalah sebatas singgah karena perjalanan dari rumah nenek menuju Jogja melewatinya. Nah, kali ini aku akan bercerita mengenai pengalaman yang kedua. Karena sudah mengetahui lokasinya yang nyaman banget , aku memutuskan untuk kembali dan kali ini aku mengajak keluarga. 





Sama seperti destinasi digital lainnya, Pasar Ngingrong merupakan salah satu produk wisata dengan konsep kekinian yang diluncurkan oleh Kementrian Pariwisata bekerjasama dengan GenPi. Pasar ini terletak Jln baron km 6 Mulo, Wonosari, Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, lebih tepatnya pasar ini berada di area parkir Geosite Ngingrong yang merupakan salah satu dari Geosite Gunungsewu Geopark Network di Gunung Kidul. Wisata ini terkenal dengan fenomena alam berupa lafaz Allah dibagian tebing. Ditambah lagi dengan susur gua, wahana flying fox, ATV, spot jogging dan taman bunga yang nantinya dapat menambah daya tarik di lokasi wisata tersebut. Untuk menuju lokasi, dapat ditempuh dengan waktu kurang lebih satu jam dari kota Yogyakarta dengan kendaraan pribadi. Jangan khawatir dengan perjalanan yang jauh, jalanan sudah beraspal dan kanan kiri dihiasi banyak pemandangan disertai rambu maupun petunjuk arah agar tidak tersesat.


Aku tiba di Pasar Ngingrong pukul 08.00 WIB. Suasana sedang ramai dan terlihat masih ada ibu-ibu yang melakukan senam. Walaupun suhu udara dingin, dengan melihat raut wajah orang-orang sekitar yang sumringah, suasana perlahan menjadi hangat. Berbeda saat pertama kali aku kemari,  sudah banyak yang berkembang saat ini. Salah satunya adalah adanya kamar mandi berstandar internasional dan beberapa spot baru di Pasar Ngingrong.

Ada pula berbagai makanan tradisional seperti aneka jangan ndeso dan jajanan pasar. Kali ini aku dan adikku membeli jenang sumsum, yang ini benar-benar unik. Jenang sumsum ini berwarna hijau yang ditambah jenang mutiara dan beberapa bulatan berwarna orange dan ungu yang terbuat dari adonan ubi. Semakin nikmat dengan siraman kuah juruh atau gula cair dengan campuran santan. Rasanya begitu segar, gurih dan ada manis-manisnya. Sedangkan kedua orang tuaku membeli 2 mangkok soto seharga Rp5.000 per porsi. Murah bukan?  yuk kesini!
Pasar Ngingrong buka setiap hari Sabtu dan Minggu pukul 06.00 sampai 12.00


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rasa yang ada: Ruang Tengah cafe, Jogja

Mager banget sebenarnya buat keluar rumah. Rasanya daya magnet di kasur ku semakin kuat, pokoknya makin kuat. Tapi tiba-tiba ada chat masuk dari teman lama. Namanya Yola. Bukan yolanda sang kekasih andika rindu band heuheu. Hampir 5 tahun gak ketemu tiba-tiba dia ngajak meet up. Saat itu juga aku malak buat di traktir. Niat nya bercanda eh taunya di dapar gratisan beneran. Alhamdulillah rezeki anak soleh katanya. Tak usah pikir panjang mikir ita itu kami langsung milih tempat ini. Kami datang jam 10pagi. Ya maklum lah namanya juga tempat nongkrong pasti ramenya juga malam. Tapi apalah daya kalau sama sama pekerja jadi ga sengaja aja gitu pisa pas bareng hari liburnya.

Suasananya asik. Buat tipe introvert kaya aku sih enak enak aja. Nyaman, tenang, bersih dan lokasinya strategis. Buat yang suka foto atau selfi it.s okay lah ya. Tergantung pengambilannya. Buat yang habis olahraga di alun alun selatan boleh lah ya breakfast disini. Mau yang vegetable ada, yang bread juga ada. Tenang....…

Ada Yang Baru Nih di Bantul, R3 Cafe Namanya

Yuhu! Akhirnya aku nemu tempat nongki, ahai. Pokoknya yang kekinian dan lokasinya deket rumah. Sebenarnya di Jogja sendiri sudah ada banyak tempat ngopi ataupun tempat makan lainnya yang tak kalah asik sih. Tapi karena aku adalah tipe manusia yang mager, kadang buat keluar terlalu jauh cuma untuk cari makan tuh gimana ya? ah males banget. Ya kali, mending masak sendiri. Jadi, disini aku mau mengulas sedikit tentang R3 Cafe yang baru buka dan  lokasinya tak begitu jauh dari rumahku. Kamu bisa baca-baca dulu ulasan Disini
Tempat dan fasilitas
Tempat yang asik menurutku itu... yang pasti kekinian dan tetap tenang. Lokasinya di Brajan, Tamantirto, Kasihan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Sudah ada di Google Map ya, jadi mudah untuk dicari. Untuk menuju ke R3 Cafe, kita masih bisa menjumpai beberapa sawah yang masih terbentang di pinggir jalan. Meskipun terkesan berada di plosok, tempat ini mudah dijangkau. Cukup 15 menit dari pusat kota dengan lalu lintas senggang. Karena tidak berad…

Sate Ratu, Sajian khas Indonesia dengan rasa mendunia

Bang, satenya bang...

Familiar tidak dengan kalimat diatas? Pastinya tidak dong, hehehe. Kamu suka makan sate? Atau setidaknya pernah makan satu sate atau tujuh tusuk sate gitu untuk mencicipi? Pasti tau dong makanan khas Indonesia yang satu ini. Makanan yang terbuat dari daging yang di potong kecil-kecil lalu ditusuk dengan lidi kemudian dibakar dan diberi bumbu. Seiring berjalannya waktu, bumbu pada sate tak hanya berbahan dasar kacang saja, namun sudah banyak variasi resepnya. Cara penyajiannya pun ada banyak pilihan, sate bisa ditata biasa atau di ikat dan diberdirikan supaya lebih menarik. Selain disajikan diatas piring, penyajian sate juga bisa di pincuk, yaitu penyajian menggunakan daun pisang menyerupai bentuk kerucut terbalik yang disematkan menggunakan lidi. Pincuk ini masih banyak dijumpai pada penjual sate keliling.
Ngomongin soal sate, pernahkah kamu makan sate tapi kadang nemu yang belum matang sepenuhnya? Atau malah ada sisinya yang gosong? Belum lagi kalau satenya sa…