Main ke Plunyon Kalikuning, Di Foto Dengan Aslinya Sama Gak Ya ?

by - Februari 02, 2020



"Ternyata kayak gini ya" celetuk salah satu teman seperjalanan kali ini. Mungkin gak cuma dia, pasti banyak orang yang juga berasumsi sama setiap melihat tempat baru yang dikunjungi ternyata beda dengan foto-foto yang beredar di media sosial. Intinya adalah banyak objek wisata yang aslinya tidak seindah dalam foto, ya kan ?


Perjalanan kali ini lanjutan dari postingan sebelumnya tentang Melihat Gagahnya Merapi di Bunker Kaliadem . Karena lokasinya yang berdekatan jadi tidak ada salahnya kan sekalian mampir. Plunyon Kalikuning berlokasi di, Cangkringan Kedungsriti, Sidorejo, Umbulharjo, Kec. Cangkringan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55583. Jaraknya 24 km dari pusat kota Jogja, setidaknya membutuhkan waktu tempuh kurang lebih satu jam dengan lalu lintas yang normal. Untuk mencapai objek wisata Plunyon Kalikuning tidaklah sulit. Jika kamu dari kota Jogja, salah satu jalan alternatif adalah melewati jalan Kaliurang. Kemudian lurus terus mengikuti jalan hingga jalanan mulai menanjak dan berkelok. Sesampainya bertemu pertigaan tanpa lampu merah (bentuknya persimpangan gitu) langsung belok kanan, dan ikuti arah menuju Merapi Golf. Terus ikuti jalan hingga bertemu dengan Tempat Pos Retribusi (TPR) Rp 5000 per motor. Dari TPR kemudian lurus terus dan sampai menjumpai palang bertulis Plunyon Kalikuning di sisi kiri, ikuti jalan hingga aspal habis dan ganti dengan jalan setapak. Akan ada jalan bercabang (mirip kebun) ambil sisi kanan. Sampai deh, tiap orang akan dikenakan biaya masuk Rp 10.000


Plunyon Kalikuning ini merupakan objek wisata yang sering dipakai untuk camping dan outbound. Tak hanya itu, disini juga sering digunakan untuk photo prewedding. Gak heran jika tempat ini jadi hits karena memang banyak spot yang bagus untuk difoto. Lumayan kan, bisa foto berulang kali dengan latar belakang berbeda untuk di upload di media sosial nantinya. Sayangnya disini Gunung Merapi tak terlihat sepenuhnya karena terhalang bukit. Tapi tak masalah, pemandangan di tempat ini masih begitu indah untuk dinikmati. Terlebih lagi udaranya yang sejuk meski hari semakin terik. 



Bicara soal perbandingan antara foto di media sosial dengan aslinya, ternyata tidak jauh berbeda sih sebenarnya. Meski ada beberapa orang sempat mengeluh karena tak sesuai harapan yang di inginkan ketika datang, biasanya itu terjadi karena memang alam yang tak bisa bohong. Beberapa hal yang mempengaruhi perbedaan yang aku maksud bisa terjadi karena faktor waktu, cuaca, pengambilan gambar, dan editing. Katanya, waktu terbaik untuk pengambilan gambar ditempat terbuka adalah saat pagi dan sore. Cuaca juga sangat berpengaruh nih, buat kamu yang gak mau ribet mungkin bisa datang saat tidak turun hujan. Tapi kamu bakal dapat pemandangan yang lebih indah ketika atau lebih tepatnya setelah hujan reda karena tumbuhan nampak menghijau dan lebih segar, kadang genangan air juga menambah ide dalam pengambilan foto. Contohnya lagi gini nih "beuh! sungainya bagus banget. Airnya deres, bersih pula" nah kan ga mungkin ya datang untuk foto saat musim kemarau ? sudah jelas sungainya kering dong. Jangan salah juga nih, hasil foto yang baik bukan hanya asal jepret dan kelihatan orangnya saja. Harus pas antara background dengan objek yang di foto. Kalau cara milih angle foto yang baik dan benar sih aku juga masih belajar hehe. Apalagi soal edit foto, masih sebatas smartphone. Jadi intinya sebagus-bagusnya pemandangan alam yang ada difoto, yakin deh lebih bagus lagi kalau lihat secara langsung. Bukan sekedar melihat, tapi ikut menikmati ciptaan Tuhan yang bisa seindah ini. Serius, setiap tempat itu indah, tergantung dari sudut mana kamu melihatnya. Yang penting juga kalau mau editing jangan kelewatan, misal kayak gunungnya satu ditambahin jadi dua (wkwk apansi) kalau sebatas ubah kontras, brightness, dll sepertinya gak masalah. Jangan buat orang lain kecewa ketika datang dan yang dilihat ternyata berbeda. Tulisan kali ini semi curhat ya kayaknya ?



Fasilitas seperti toilet dan tempat bersantai sudah dibangun di tempat ini. Setelah dua jembatan panjang yang menjadi tempat favorit untuk swafoto, selanjutnya ada jembatan gantung. Takut tapi seru sih saat diatas, meski di gantung diantara pohon pinus yang tinggi tapi masih aman kok, asal gak menyalahi aturan yang tertera. Plunyon Kalikuning juga menjadi salah satu destinasi yang dikunjungi saat lava tour menggunakan jeep. Suasananya memang syahdu, gak salah jika lokasi ini disukai para biker untuk singgah dan menikmati udara pagi. Segarnya udara gak ada habis-habisnya, jadi makin betah disini. Apalagi ditemani dengan kicauan burung. Kadang mereka seolah-olah menjawab jika kita ikut bersiul menirukan suara mereka. 

You May Also Like

1 komentar

  1. Spot wisatanya cukup menantang adrenalin ya. SYukurlah, sudah disiapkan pengaman yang cukup juga.
    Manalagi, background fotonya juga cantik.

    Salam kenal dari Lombok

    BalasHapus