Melihat Gagahnya Merapi di Bunker Kaliadem

by - Januari 23, 2020


Meski libur panjang telah berakhir, bukan berarti liburannya ikut berakhir bukan ? Saat akhir pekan tiba, banyak tempat wisata yang menanti kedatangan kita. Kali ini aku lagi pengen banget ke utaranya Jogja, Kaliurang tepatnya. Setelah sekian lama rebahan dirumah gak main gara-gara banyak tugas dan ujian di akhir tahun, jadi gak ada kesempatan nih buat liburan. Tapi gak masalah deh. Mari nikmati hari libur selama sebulan ke depan. haha
Tinggal di Jogja kalau mau main suka bingung sendiri gitu. Banyak objek wisata, lengkap, dan beragam. Satu haripun gak cukup untuk mengeksplor beragam destinasi meski dalam satu wilayah. Misalnya saja di Sleman ada Kaliurang, setidaknya ada sekitar 10 objek wisata populer yang bisa di kunjungi disana. Belum lagi Sleman bagian lainnya. Padahal masih ada Bantul, Kulonprogo, Gunungkidul. Banyak banget, fix ! cita-cita ku saat ini adalah bisa mengunjungi seluruh destinasi di Daerah Istimewa Yogyakarta. Udah keluar kota masa yang di dalam gak di eksplorasi gimana sih aku! siapa yang sama hayo.

Beberapa hari ini hujan mulai jarang turun, pagi selalu cerah, merapi pun tampak gagah. Itulah alasan akhir-akhir ini aku pengen banget lihat merapi lebih dekat. Demi konten membahagiakan hidupku yang kurang piknik ini, aku pergi ke Bunker Kaliadem. Sebenarnya udah pernah ke sini sih, tapi sekitar 7 tahun lalu. Dulu datang karena kunjungan wajib dari sekolah, dan ya begitulah harus dibebani  buat laporan juga.



CERITA DARI BUNKER KALIADEM
Terlepas dari pengalaman masa lalu, kawasan Bunker Kaliadem yang sekarang jauh lebih bagus. Meski pemandangan berlatar Gunung Merapi masih tetap sama, nyatanya selalu ada pengalaman baru untuk di ceritakan. Waktu yang tepat untuk datang ke Bunker Kaliadem ini adalah sebelum jam enam pagi. Beuh.. siap-siap menerjang dinginnya udara di pagi hari selama perjanan. Buat orang yang gak tahan dingin seperti aku kayaknya bakal sering ke kamar mandi, heheh. tapi buat yang suka datang di sore hari juga gak masalah, tapi ngeri gak sih ?

Bunker Kaliadem ini menjadi salah satu saksi ganasnya erupsi Gunung Merapi di tahun 2006 dan 2010. Aku gak begitu ingat kejadian di tahun 2006, karena saat itu usiaku masih sekitar 8 tahun. Tapi, di tahun 2010 aku benar-benar masih ingat. Meskipun jarak rumah dengan Gunung Merapi cukup jauh, suasana kala itu benar-benar sangat mencekam. Jalanan penuh debu vulkanik, langit gelap, dan korban juga semakin banyak berjatuhan, sekolahpun diliburkan. As time goes on, sekarang warga setempat sudah bangkit dan membangun pariwisata yang jauh lebih baik dari sebelumnya. Bunker Kaliadem ini sudah ada sejak jaman Belanda dan difungsikan sebagai tempat bersembunyi atau berlindung dari lahar Gunung Merapi ketika turun. Sempat ada yang meninggal di dalam Bunker ini loh !

Bunker ini berada di dalam tanah, tak begitu luas, dan beratap melengkung. Pintunya terbuat dari besi yang begitu tebal. Hanya ada satu sumber cahaya dari pintu masuk, itupun masih nampak gelap. Di tengah ruangan ada batu yang begitu besar bahkan hampir memenuhi seluruh ruangan. Batu itu dulunya adalah lahar panas yang mengeras seiringnya waktu. Ya ditempat inilah dulu ditemukan jasad dua orang relawan yang berusaha menyelamatkan diri saat Gunung Merapi meletus. Meski bangunannya terlihat kokoh, nyatanya tak mampu menahan suhu yang begitu ekstrem dari lahar Gunung Merapi yang saat itu mengalir dengan cepat. Rumornya juga, ketika menjelang sore sering terdengar suara tangisan seolah-olah meminta pertolongan di sekitar bunker dan katanya juga ada sosok mahluk halus yang menunggu tempat bersejarah tersebut. Ya begitulah, setidaknya selain berswa foto para pengunjung juga bisa sedikit belajar sejarah dari tempat ini. Tenang, tempat ini tak seseram yang dibayangkan kok. Bunker Kaliadem yang sekarang lebih terawat, sudah diperbaiki dan terlihat bersih. Disediakan spot foto juga untuk para pengunjung disekitar bunker.



TIKET MASUK DAN FASILITAS YANG DISEDIAKAN
Aku kira kalau datang saat pagi tidak akan dikenakan biaya, ternyata pagiku kurang pagi. Maksudnya, masih kurang pagi ehee. Tapi ternyata lagi, biaya masuknya tidaklah mahal. Saat melewati Tempat Pos Retribusi (TPR) kemaren aku dimintai biaya Rp 5000 per motor, murah kan ? Setelah itu, saat tiba di kawasan Bunker Kaliadem sudah tidak ada biaya masuk lagi. Hanya ada parkir, Rp 2000 per motor. Tepat di sebelah area parkir motor ada toilet kejujuran. Meski tak ada yang jaga toilet, pengunjung yang pakai harus bayar Rp 2000. Namanya aja toilet kejujuran, pasti ada yang bayar tapi ada juga yang keluar begitu saja. Setidaknya yuk kita hargai fasilitas ini, karena air itu tidak gratis dan pasti ada petugas yang membersihkan juga. Jadi jangan lupa siapkan uang pas ya. Tak jauh dari bunker ada beberapa warung yang menyediakan aneka souvernir, bunga, mainan, minuman, dan makanan ringan.

LOKASI DAN RUTE
Bunker Kaliadem letaknya berada di Kinarejo, Hargobinangun, Kec. Pakem, Kuabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55582. Jaraknya sekitar 36 km dari pusat kota Jogja dan dapat ditempuh dengan waktu kurang lebih 1 jam perjalanan. Tidak ada angkutan umum yang menuju ke lokasi. Namun pengunjung tetap bisa mengendarai motor atau mobil pribadi. Masih ada sebagian jalan yang berupa tanah dan bebatuan, dan itu tidak jadi masalah buat pengunjung yang suka motoran. Tapi, kalau sayang kendaraan bisa menggunakan alternatif lain yakni memilih jeep sebagai kendaraan menuju ke lokasi. Di Kaliurang ini banyak banget jeepnya, tak terhitung. Jadi bisa banget nih bawa rombongan untuk ikutan lava tour dengan salah satu destinasinya di Bunker Kaliadem ini.

Buat pengunjung yang masih kekeuh, pengen kesana sendirian atau mau sama pacar teman dan sahabat, mungkin rute yang aku pakai untuk menunju ke Bunker Kaliadem ini bisa kalian ikuti. Catatan ini bisa juga aku pakai buat besok kalau kesini lagi. Secara aku ini mudah lupa perihal jalan dan arah. Dari Jalan Kaliurang lurus terus, pokoknya terus, emang ada nanjak-nanjaknya dikit tetep lurus sampai bertemu pertigaan tanpa lampu merah (bentuknya kaya persimpangan gitu) nah belok kanan deh, pokoknya pilih arah menuju Merapi Golf. Tenang, ada banyak petunjuk arah selama di perjalanan. Setelah belok tinggal ikuti jalan lagi deh, semakin nanjak dan lurus terus hingga bertemu dengan TPR. Jangan lupa bayar, bukan cuma dilewati aja! ehee kan ada tuh yang sering gitu. Kalau ragu, tanyakan pada petugas tiket soal arah menuju Bunker Kaliadem. Dari TPR masih nanjak-nanjak lurus, mengikuti jalan hingga jalan beraspal habis. Setelah itu belok kanan, dan tetap ikuti jalan. Nah, dari sinilah jalanan mulai bebatuan, tapi masih aman untuk berkendara. Sampai deh..



Destinasi terdekat dari Bunker Kaliadem ada Bukit Klangon, Stonehenge, The Lost World Castle, dan masih banyak lagi deh. Pokoknya Happy Holiday ya kawan-kawan! Baca juga Main ke Plunyon Kalikuning, aslinya kayak gimana ?

You May Also Like

28 komentar

  1. Luar biasa dengan kejadian masa lampau itu masih mampu menampakkan aura positif untuk selalu bertafakur ya,

    BalasHapus
  2. Jadi penasaran, awal feb mau ke jogya


    Mau mampir ah

    BalasHapus
  3. Belum pernah ke bunker ini. Jadi inget saat merapi meletus ya. 8 Feb aku ke YK nih, siapa tahu masih ada waktu mampir buner ini. Kepo banget lihat postingannya.

    BalasHapus
  4. Belum pernah ke Bunker nih, ingin nyobain kesana mudah2an ada waktu dan kesempatan, aamiin.

    BalasHapus
  5. whaaaaa ini salah satu wishlist aku sih, tapi beberapa kali ditutup kalai merapi lagi aktif ya kak? anyway toilet kejujuran baru pertama kali denger nih, biasanya kantin. indah bgt tp ya pemandangannya eh

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, beberapa kali memang pernah ditutup. smg terwujud ya kak wishlistnya

      Hapus
  6. Hai mbak Ika, aku juga tinggal di Jogja nih, di daerah Kalasan bagian utara. Klo dari depan rumahku lumayan keliatan gunung Merapinya, tapi begitulah, aku termasuk kurang piknik kwkwk... jadi belum pernah ke Kaliurang atas yg daerah Bunker Kaliadem, Stonehenge, dll.

    Next time mudah²an berani ke sana ah. Pastinya harus ngajak temen atau keluarga, mana berani klo sendirian :D
    Makasih ya info rutenya, bisa aku pakai klo ke sana.

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah kalasan ya, deketan dong. kapan2 ke Kaliurang brg yu

      Hapus
  7. Di bunkernya bisa foto-foto kak? Biasanya ada cerita horror nan mistis kalau udah ngomongin soal bunker. Hiii

    BalasHapus
  8. MasyaAllah yaaa, tapi tetap selalu waspada juga ya kalau mengunjungi tempat seperti ini. Apalagi Merapi yang memang terkenal aktif. Dan pergi mending jangan sendirilah ya, heheh

    BalasHapus
  9. Nggak sangka ternyata Bunker Kaliadem ini dipercantik ya sekarang. Terakhir ke sana 2013 dan masih nampak apa adanya. Plus sekarang ada biaya retribusi pula.

    BalasHapus
  10. nuansa ny sweet sekali ini mba... keren

    BalasHapus
  11. Kalau ada kesempatan, pengen juga kesana. Tapi kayaknya harus rame-rame nih, soalnya ga berani sendirian kalo mau travel ke gunung gitu hehe.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya kak datang sendirian klo hilang takutnya ga ada yang nyariin

      Hapus
  12. Mudah-mudahan suatu saat bisa kesana. Indonesia emang indah ya kak baik digunung maupun dilaut.

    BalasHapus
  13. Wahhh .. memang yaa.. dari sudut dan segi manapun, Indonesia kita punya segala potensi keindahan yaa.. harus kita jaga ini nih🥺🥺

    BalasHapus

  14. Sejujurnya aku belum pernah ke sana dan semakin pengen menjajah Indonesia dan melihat pemandangan yang menggiurkan dan mempesona wah seru juga ya ada toilet kejujuran semoga tidak hanya jujur memberikan uang tetapi penjaga juga jujur membersihkan toiletnya dan memberikan air bersih pastinya

    BalasHapus
  15. Aku penasaran sama tempat ini setelah nonton Analog Trip Super Juniora yang berkunjung ke Bali dan Jogja. Ah, jadi ingin jalan2 ke sana juga. ^^ Di depan ada burung hantu juga. Bisa diajak foto-foto

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah memang ya, analog trip suju punya dampak trsdri. aku juga liat ehe..

      Hapus
  16. Aku kesana akhir 2015 dan belum pernah kesana lagi, dulu piknik sma akantor naik Jeep keliling Merapi seru deh jadi pengen ikutan Lava Tour lagi kangen merasakan sejuknya udara Merapi

    BalasHapus
  17. Kalau tahun 2006 baru umur 8 tahun berarti sekarang umurnya mbak 21-22 ya? Eh aku kok malah salfok dan kepoin umurnya segala hehe maafkeun. Btw pastinya asyik sekali ya Mbak bisa menikmati pemandangan di Bunker ini. Saya belum pernah kesana juga nih, injak Tanah Jawa aja belum *eh

    BalasHapus
    Balasan
    1. aduh jadi malu klo ngomongin umur. ayo kak main ke jawa

      Hapus
  18. Gak kebayang kalo sampai kejebak dalam bunker itu dalam waktu yang lama mbak. Pasti ngeri dan kacau banget ya. Astagfirullah... Naudzubillah

    BalasHapus
  19. Berarti kalau ke Jogja, bisa sekalian mampir ke Sleman dan main ke bunker ini ya karena jaraknya hanya sekitar 1 jam saja. Itu kita bisa masuk ya ke bunkernya? Lalu ada prasasti yang mencatat sejarah apa saja yang pernah terjadi di sini tidak sih, kak? Semacam jejak sejarah gitu?

    BalasHapus
    Balasan
    1. bisa banget kak. boleh loh klo mau masuk ke bunker utk lihat2

      Hapus