Romantisme senja di Pasar Laguna Depok





Pagi ini sendu, suasananya dingin-dingin sejuk. Mungkin karena semalam hujan turun. Keadaan ini mengingatkanku tentang senja kala itu, tepat dihari pembukaan Pasar Laguna Depok, aku kesana bersama teman yang mau ku ajak.

Apa kamu pernah ke tempat ini? kalau memang iya, pasti akan kembali suatu saat nanti. Karena sekali tak cukup untuk mendeskripsikan keindahan yang disuguhkan.

Lokasi Pasar Laguna Depok mudah dicari, kali ini aku lewat Jalan Parangtritis lurus terus ke arah selatan hingga bertemu TPR Pantai Parangtritis. Namun perlu diingat tepat sebelum TPR tersebut ada jalan di sisi kanan silakan belok dan terus Ikuti jalan hingga bertemu TPR Pantai Depok. Tak jauh dari TPR tersebut, Pasar Laguna Depok berada di kanan jalan. Meskipun lokasinya yang jauh dari pusat Kota dan tidak ada transportasi umum hingga ke lokasi, kamu masih bisa menggunakan kendaraan pribadi dan berhenti tepat di area parkir Pasar Laguna Depok. Saat aku tiba, langsung terlihat betapa bersih dan sejuknya Pasar Laguna Depok. Lahan parkir tersedia sangat luas. Kendaraan roda dua tertata rapi begitu pula mobil-mobil yang ada. Tarif parkir motor seharga Rp3.000.  Di dekat area parkir tersebut ada pula tulisan "Laguna Depok" yang ditata dengan baik terbuat dari batu disertai ukiran-ukiran yang menarik.

Ada banyak hal yang bisa didapatkan di tempat ini, seperti kuliner berupa bubur cemplung yang memiliki cita rasa khas tersendiri. Semakin nikmat dengan suguhan wedang senja Laguna yang membuat senja ini semakin syahdu. Kamu bisa melihat matahari tenggelam sambil duduk di ayunan atau gazebo dan pertunjukan seni akan menemanimu melihat romantisme alam ini. Tapi senjamu akan lebih berkesan jika mengelilingi laguna dengan naik perahu naga seharga Rp10.000 per orang.






Kamu pasti tau, senja selalu memiliki cerita yang berbeda. Matahari yang begitu ke emasan disertai semburat jingga yang menghipnotis, membuatku sadar bahwa perlahan matahari semakin tenggelam. Tapi tidak untuk perasaan ini.

                         



Baca juga Hangatnya suasana di Pasar Ngingrong

Komentar

  1. Senja selalu mempesona , meskipun tertutup awan dia selalu datang diwaktu yang sama. Kapan kesana lagi kak

    BalasHapus
  2. Kapan aja klo ada yang ajak, yuk!

    BalasHapus

Posting Komentar