Akhirnya! Aku Bisa Lihat "Wayang Jogja Night Carnival #3"



Minggu, 7 Oktober 2018 merupakan HUT Kota Jogja yang ke 262 tahun Setelah adanya perjanjian giyanti yang memisahkan kerajaan mataram menjadi Kasunanan Surakarta dan Kasultanan Yogyakarta. tepat pada 7 Oktober 1756, Sri Sultan Hamengku Buwana I beserta keluarganya pindah atau boyongan dari Pesanggrahan Ambarketawan masuk ke dalam Kraton Ngayogyakarta. Momentum kepindahan inilah yang dipakai sebagai dasar penentuan Hari Jadi Kota Yogyakarta karena mulai saat itu berbagai macam sarana dan bangunan pendukung untuk mewadahi aktivitas pemerintahan maupun tempat tinggal mulai dibangun secara bertahap.
Hingga saat ini Kota Jogja masih rutin  menyelenggarakan acara bertajuk Wayang Jogja Night Carnival yang merupakan kegiatan tahunan dan digelar oleh Pemkot Yogyakarta dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Yogyakarta.
Kali ini aku melihat Wayang Jogja Night Carnival #3 bersama adik-adiku. Kami bertiga berangkat jam 19.00 WIB. Sempat ragu untuk berangkat karena banyak jalan yang telah ditutup sejak pukul 17.00 WIB. Namun apa salahnya mencoba, lagipula ini adalah pertama kalinya aku melihat karnaval seperti ini. Karena untuk menghindari jalan-jalan yang macet, kami memutuskan parkir motor di Parkiran Abu Bakar Ali dan berjalan kaki menuju tugu.
Waaao! Siapa sangka, sudah ada penonton dengan jumlah yang banyak. Kira-kira mereka datang sejak jam berapa ya?
Kami lantas mencari celah diantara manusia hahaha, intinya akhirnya kita nemu tempat untuk duduk dan bersantai sembari liat pertunjukannya. Karnaval ini di ikuti oleh 14 kecamatan di Kota Yogyakarta. Tiap kecamatan menampikan tema yang berbeda dengan memakai kostum, koreografi, dan properti yang sesuai dengan tokoh wayang. Contohnya kecamatan Tegalrejo yang menampilkan Semar, tokoh utamanya berbadan gemuk dan seolah sedang naik kereta. Kemudian ada kecamatan Umbulharjo dengan tokoh Anoman, semua pesertanya menggunakan kostum layaknya kera dan sesekali melontarkan suara khasnya. Adapula kecamatan Keraton dengan tokoh Larasati, semua pesertanya adalah wanita dengan kostum berwarna pink membawa panah dan disertai dandanan yang begitu cantik. Dan masih banyak lagi yang belum ku sebut. Yang jelas, Wayang Jogja Night Carnival #3  kali ini berbeda dengan tahun lalu karena ada Flasmob/ menari bersama. 
Sampai jumpa lagi ditahun depan dengan kemeriahan yang berbeda. 

Sugeng tanggap warsa Jogja.. 
Jogjaku Tercinta, Jogjaku Istimewa :)



Komentar