Sate Ratu, Sajian khas Indonesia dengan rasa mendunia


Bang, satenya bang...


Familiar tidak dengan kalimat diatas? Pastinya tidak dong, hehehe. Kamu suka makan sate? Atau setidaknya pernah makan satu sate atau tujuh tusuk sate gitu untuk mencicipi? Pasti tau dong makanan khas Indonesia yang satu ini. Makanan yang terbuat dari daging yang di potong kecil-kecil lalu ditusuk dengan lidi kemudian dibakar dan diberi bumbu. Seiring berjalannya waktu, bumbu pada sate tak hanya berbahan dasar kacang saja, namun sudah banyak variasi resepnya. Cara penyajiannya pun ada banyak pilihan, sate bisa ditata biasa atau di ikat dan diberdirikan supaya lebih menarik. Selain disajikan diatas piring, penyajian sate juga bisa di pincuk, yaitu penyajian menggunakan daun pisang menyerupai bentuk kerucut terbalik yang disematkan menggunakan lidi. Pincuk ini masih banyak dijumpai pada penjual sate keliling.

Ngomongin soal sate, pernahkah kamu makan sate tapi kadang nemu yang belum matang sepenuhnya? Atau malah ada sisinya yang gosong? Belum lagi kalau satenya sangat tipis. Gak kerasa kan ya. Sekarangpun, penjual sate juga semakin banyak dan rasanyapun juga mirip-mirip. Kamu bosan gak sih dengan rasa yang gitu-gitu aja? Di jalan Magelang ada loh yang tidak biasa, dagingnya tebal, isinya banyak, bumbunya khas dan aku sendiri juga sudah pernah mencicipinya. Namanya Sate Ratu  . Kali ini aku datang bersama lima orang teman saat hujan melanda, duh.. Jadi makin lapar nih.

Sumber: https://goo.gl/images/9oLCor

SATE RATU
Sate Ratu memiliki sejarah yang begitu panjang. Berawal dari dibangunnya sebuah tempat makan sebagai perwujudan “hijrahnya” beberapa orang, terutama Pak Budi sang pemilik. Namanya besar di dunia entertainment dan ingin mencari hal baru dengan memantapkan untuk membuka tempat makan. Kemudian terbentuklah tempat makan berkonsep Angkringan, dengan nama Ratu yang dipilih sebagai brand, nama Ratu dipilih karena identik dengan sesuatu yang bernuansa tradisional, sama halnya Angkringan. Ratu juga diartikan sebagai kasta yang tinggi, oleh karena itu Angkringan Ratu diharapkan mampu menjadi Angkringan yang premium dengan berbagai macam menu. Dalam kurun waktu yang belum lama ini, nama Angkringan Ratu berubah menjadi Sate Ratu. Yup! Dari nama itulah sudah dapat dipastikan bahwa menu andalannya adalah sate daging ayam. Dan dari banyaknya menu tadi, sekarang menjadi tiga menu favorit saja.

Sate merah (dokpri)

SATE MERAH
Kenapa dinamakan sate merah? Karena awalnya sate ini direndam dahulu dengan racikan bumbu rahasia hingga meresap kedalam daging ayam. Nah, dari situlah warnanya kemudian berubah kemerahan. Soal rasa tak perlu diragukan lagi. TOP deh pokoknya, memiliki cita rasanya sendiri dan tentunya pedas manja. Meskipun pedas, namun masih dapat dinikmati bagi orang yang tidak suka pedas seperti saya. Daging ayamnya pun terasa lebih dominan karena bentuknya yang tebal. Pantas saja para bule pada doyan sate merah disini. Meskipun terbuat dari bumbu lokal, namun rasanya mendunia. Satu porsi berisi 6 tusuk sate, bisa ditambah nasi putih dan kuah polos yang rasanya gurih segar.

Lilit basah (dokpri)

Menu lain di sate ratu adalah lilit basah. Awalnya, pak Budi selaku pemilik sate ratu ini memang menyajikan sate lilit khas Bali. Namun karena dalam pembuatannya mengalami kesulitan terutama pada waktu pengerjaanya yang begitu lama, akhirnya daging ayam tersebut dibuat menjadi bentuk kotak-kotak agar lebih cepat. Cara pengolahannya pun berbeda dari sebelumnya, yaitu dengan cara dikukus. Makanya dinamakan lilit basah. Soal rasa? Mantap deh pokoknya. Dengan satu porsi berisi 4 potong, sudah bisa mencicipi gurih-gurih manisnya lilit basah yang lembut bertekstur ini.

Ceker tugel (dokpri)

Ini dia yang pedasnya lebih menantang. Ceker tugel namanya. Karena penyajiannya ditugel (dipotong) memudahkan para penikmat ceker untuk melahapnya tanpa harus memegangnya langsung dengan tangan. Nyam nyam.. Teksturnya tidak begitu keras dan sangat pedas untukku. Ditambah lagi dengan kuahnya yang pekat, semakin dilahap semakin nikmat.

Dinding yang dipenuhi ulasan dari turis yang pernah berkunjung 

Setidaknya sudah tercatat ada 71 negara yang pernah besantap di Sate Ratu. Tak heran kan sudah berapa banyak turis yang datang. Lha wong para bule pada suka, apalagi orang Jogja, ya to?. Selain rasanya yang tidak diragukan lagi, Sate Ratu juga pernahmendapatkan award dari Tripadvisor berupa Certificate of Excellence pada tahun 2017 dan 2018. Penghargaan lain adalah terpilihnya sebagai salah satu dari 95 Food Startup Indonesia oleh BEKRAF dan finalis Kuliner Kecap Bango tingkat nasional. Gimana, hebatkan? Jadi langsung saja ke Jogja Paradise Food Court di Jl Magelang KM 6. Sate Ratu berada paling belakang dekat dengan tempat bermain anak. Cocok lah bila menghabiskan waktu disini bersama keluarga. Apalagi dengan biayanya yang terjangkau sekitar duapuluhan ribu setiap porsi. Kalau masih ragu, bisa juga cek ulasan di Tripadvisor maupun Google . 

Komentar

  1. Sate merah, lilit basah, dan ceker tugel tu favoritku semua... Suka2...😍😍

    BalasHapus
  2. Suka sama sate merah. Dagingnya empuk, pedasnya pas di lidah. Mau lagi 😍

    BalasHapus
  3. Saya pesan lilit basah sama sate merah aja mbak kalau blum kenyang baru nambah ceker tugel hehehe

    BalasHapus

Posting Komentar