Langsung ke konten utama

Nekat ke Dieng Cuma Sehari


Udah lama pengen ke kawah , yg banyak asap asapnya gitu kaya di film-film. Tapi dulu gak tahu lokasinya ada dimana . Seiring berjalannya waktu, keinginan itu udah tenggelam gitu aja .

Singkat cerita beberapa tahun berlalu aku punya teman baru yang asalnya dari Dieng, dia sering cerita tentang Dieng, mulai dari keindahan disana dan kebudayaan yang ada. Nah loh, jadi penasaran lagi kan. Dari situlah aku mulai cari cari jodoh , ups! Hahaha... Maksud aku, cari tau tentang Dieng, objek wisata apa aja yang ada disana dan alasan-alasan orang untuk mengunjunginya.

Cake Onbijtkoek

Malamnya, aku membuatkan oleh-oleh untuk temanku yang akan ku bawa besok pagi. (buat? Buat oleh-oleh atau beli oleh-oleh nih maksudnya?). Tadinya sih aku akan membawakannya bakpia pathuk khas Jogja. Tapi setelah di pikir-pikir, aku memilih untuk membuatkannya sekotak cake yang legit berwarna cokelat, bertabur kacang, dan bertekstur lembut. Selembut perasanku, Uwuwuwu >.<   Dan tepat tanggal 11 januari 2018 aku ke dieng bersama broque (panggilan mas sepupu hahaha), setelah rencananya mau berangkat tanggal 7 namun tidak jadi karen suatu alasan. Sumvah ya, susah ngajakin temen-temen yang lain . Alhasil aku cuma bersama 2 orang laki-laki yang begitu antusias. Aku otw jam 06.00 WIB dan sampai Dieng jam 10.00 WIB, sedikit lebih lama karena cari sarapan dulu.
Dan biasalah pada susah dibangunin, padahal janjian jam 05.00 udah dijalan. Nyatanya? Yaudah sih, Skip!! Lanjut mang!

Contoh Pakaian Hangat 

Pakailah pakaian sehangat mungkin dan jangan lupa bawa masker. Kami bertiga menggunakan aplikasi Google Map sebagai petunjuk arah dan lewat rute Magelang Temanggung. Pastikan buat kalian yang pengen nambah duitnya , eh! Maksudku, buat kalian yang belum pernah kesana hati-hati ya. Sekali lagi, pastikan perut sudah terisi sebelum berangkat dan kondisi badan sehat. Jalan disana kalau sudah sampai gunung benar-benar tikungan tajam (kaya temen) terus ya, sebelah kanan dan kiri curam (kaya sikapmu ke aku, bener bener ngeri deh) belum lagi kalau hujan. Mungkin karena ini perjalanan pertamaku ke Dieng, jadi masih kaget kali ya.. Pastikan lagi, kalau pakai Google Map jaringannya yang kuat dan stabil, kemaren aku pake Telkoms*l , jadi sinyalnya mudah sampai tujuan. Tenang, kalian tidak akan bosan selama perjalanan. Pemandangannya benar-benar luar biasa cantik, super beautiful. Buat memandanginya seharianpun aku sanggup (apabila bersamamu, Hahaha).

Pemandangan selama perjalanan

Hamparan bukit dan gunung, ladang persawahan yang rapi serta menakjubkan, terlihat tumbuhan yang hijau segar dan berseri. Sampailah kita memasuki kawasan wisata dan kita sudah di kenakan biaya tiket masuk kawasan tersebut. Harganya Rp 10.000 per orang. Karcis ini bisa di pakai untuk tiket masuk di beberapa objek wisata lainnya (tertera di tiket) dengan gratis .

Tugu Kawasan Dieng 

Tempat pertama yang kami kunjungi adalah Wisata Petak 9. Kurang lebih seperti perbukitan yang bisa di pakai untuk melihat pemandangan dari atas. Kami memparkirkan motor di bawah karena wisata tersebut berupa bukit dan kita harus menaikinya dengan jalan setapak selama kurang lebih 10 menit.

Bentuk Jalan di Wisata Petak 9 

Sesampainya di atas, kita disuguhkan pemandangan berupa telaga warna dan bukit pengilon. Sering pula asap belerang muncul ke permukaan air dan mengudara, menambah keindahan yang ada disana. Pemandangan di petak 9 ini tidak jauh berbeda dengan yang ada di batu ratapan angin, sama-sama melihat telaga warna. Banyak tanaman dan bunga di sekitarnya. Hanya saja, kurangnya spot foto kadang membuat bosan saat menaikki bukit tersebut.


Spot Foto Yang Mulai Rapuh

Saat kembali ke tempat parkir, kita dimintai tiket masuk Rp 5000/org dan biaya parkirnya . Wahh agak gimana gitu, tadi pas datang di cuekin, tidak diberi karcis parkir. Tiket masuk pun ga ada dan di mintainnya pas mau pulang ? Hm ..

Setelah kita bertiga puas menikmati alam dan berfoto, jam 11.15 kita melanjutkan perjalanan menuju kawah Sikidang (sikidang sikidang euy euy >.< ) biaya masuk Rp 15.000/org. Agak sedikit syok hahah, tapi it's okay lah, sebanding kok. Di loket tersebut juga disediakan masker untuk para pengunjung yang tidak membawa, tapi bayar ya . Sesampainya di kawasan kawah, kami melihat banyak fasilitas seperti tempat parkir motor dan mobil yang luas, mushola, toilet, dan stan-stan perbelanjaan. Kami masuk ke objek wisata dan ..

Kawah Sikidang


Taraaa!! Hamparan bebatuan dan asap putih begitu luas, udara yang terasa begitu dingin, bau belerang yang khas disertai aliran air yang begitu jenih dan tenang ( setenang hatiku saat bersamamu ). Cuus ! Kita jalan menikmati suasana dan tak lupa untuk berfoto. Apalagi sih ditempat wisata kalau ga buat foto ? Untuk kalian yang bener anak hitz, anak gawl, kekinian, dan kids jaman now pasti suka foto foto. Ya kan, Haha.. Disini banyak disediakan spot foto yang unik dan ciamik. Banyak banget brosist! Ibarat kata nih ya, seharianpun ga selesai buat nyoba satu persatu. Asiknyaa..

Beberapa Spot Foto Yang Terlihat 

Tepat jam 12.30 kami segera meninggalkan kawah itu, tapi biasalah wanita. Hati tak tenang bila tak belanja. Saat menuju tempat parkir kami melewati banyak stan oleh-oleh dan alhasil kami kepincut dengan bunga edelwis seharga Rp 15.000/ikat dan keripik kentang seharga Rp 5.000/plastik. Tak lupa pula, kami mengganjal perut dengan siomay. Dilanjutkan dengan Istirahat, solat, lalu makan siomay.

Belanja Secukupnya 

Sekitar jam 13.30 kami menuju Dieng Plateau Theater. Parkirnya Rp 3000/mtr. Ternyata disana ada flyingfox yang lumayan panjang . Kalau mau naik harganya Rp 30.000/org dan Rp 25.000/org untuk flyingfox dengan sepeda dan dapat jasa antar untuk kembali ke posisi awal. Aku pengen banget, tapi ga pengen (loh gimana ini? ). Kami bertiga akhirnya cuma lihat orang-orang yang naik, itu cukup memuaskan haha.. skip! Kemudian kami masuk untuk melihat film pendek tentang Dieng, disini tidak bayar ya. Hanya menunjukkan tiket yang awal tadi buat di sobek. Durasinya tidak begitu lama , dan pastikan kalian jangan ngantuk . (Ini pengalamanku tidur sambil nonton , jadi informasi yang didapat setengah-setengah dan aku menyesali itu. Please jangan ditiru). Biasanya orang kesini naik ke bukit ratapan angin dulu baru nonton, berhubung kami sudah ke Wisata Petak 9 dan waktunya mepet, kami tidak mencobanya. Apalah daya, tadinya mau bermalam di Dieng tapi tidak jadi gara gara gara gara... (psst)

Merem karena silau

Tepat jam 15.00 kami pulang ke Jogja.
Wohooo!!! Pulang cuy!! Balik ke kota istimewa!! rasanya senang harus kembali melihat pemandangan yang begitu indah, ditambah dengan kabut yang tebal di sore hari. Ini adalah pengalaman pertamaku di selimuti kabut jam 3 sore , luar biasa.. Saat  sampai di magelang kami kehujanan (sedih ga sih gaes), hujan yang begitu sangat deras dan kamipun berhenti untuk istirahat dan makan. Kami tiba di jogja kurang lebih jam 19.00 dengan cuaca yang masih hujan.



Sampai disini saja perjalanan singkat kami di Dieng, terimakasih telah berkunjung ke blog ini . Silakan beri komentar ^.^
Rekomendasi Pantai Untuk Bersantai Bareng Teman

Rincian Biaya, Dieng One Day (2017)
Bensin 1x beli Rp 60.000 (vixion)
Tiket masuk 2org Rp 20.000
Parkir petak 9 Rp 3000/mtr
Tiket masuk petak 9 untuk 2org Rp 10.000
Tiket masuk sikidang 2org 30.000
Beli bunga 2 ikat Rp 30.000
Beli keripik 2 plastik Rp 10.000
Beli siomay 2org Rp 10.000
Parkir sikidang Rp 3000
Parkir dieng plateau Rp 3000
Makan pas pulang 2org Rp 26.000
Total Rp 205.000 dibagi 2org jadi Rp 102.500

Komentar

  1. Somay nya murah gitu mbak, 5 ribu seporsi berarti ya? *fokus teteupppp sama makanan. Hahaha

    BalasHapus
  2. Mbak Ika keren ya... Itu naiknya nanjak bgt gak sih. Maklum bukan pecinta alam, jalan kaki dikit dah ngos2an 🤣🤣

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rasa yang ada: Ruang Tengah cafe, Jogja

Mager banget sebenarnya buat keluar rumah. Rasanya daya magnet di kasur ku semakin kuat, pokoknya makin kuat. Tapi tiba-tiba ada chat masuk dari teman lama. Namanya Yola. Bukan yolanda sang kekasih andika rindu band heuheu. Hampir 5 tahun gak ketemu tiba-tiba dia ngajak meet up. Saat itu juga aku malak buat di traktir. Niat nya bercanda eh taunya di dapar gratisan beneran. Alhamdulillah rezeki anak soleh katanya. Tak usah pikir panjang mikir ita itu kami langsung milih tempat ini. Kami datang jam 10pagi. Ya maklum lah namanya juga tempat nongkrong pasti ramenya juga malam. Tapi apalah daya kalau sama sama pekerja jadi ga sengaja aja gitu pisa pas bareng hari liburnya.

Suasananya asik. Buat tipe introvert kaya aku sih enak enak aja. Nyaman, tenang, bersih dan lokasinya strategis. Buat yang suka foto atau selfi it.s okay lah ya. Tergantung pengambilannya. Buat yang habis olahraga di alun alun selatan boleh lah ya breakfast disini. Mau yang vegetable ada, yang bread juga ada. Tenang....…

Ada Yang Baru Nih di Bantul, R3 Cafe Namanya

Yuhu! Akhirnya aku nemu tempat nongki, ahai. Pokoknya yang kekinian dan lokasinya deket rumah. Sebenarnya di Jogja sendiri sudah ada banyak tempat ngopi ataupun tempat makan lainnya yang tak kalah asik sih. Tapi karena aku adalah tipe manusia yang mager, kadang buat keluar terlalu jauh cuma untuk cari makan tuh gimana ya? ah males banget. Ya kali, mending masak sendiri. Jadi, disini aku mau mengulas sedikit tentang R3 Cafe yang baru buka dan  lokasinya tak begitu jauh dari rumahku. Kamu bisa baca-baca dulu ulasan Disini
Tempat dan fasilitas
Tempat yang asik menurutku itu... yang pasti kekinian dan tetap tenang. Lokasinya di Brajan, Tamantirto, Kasihan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Sudah ada di Google Map ya, jadi mudah untuk dicari. Untuk menuju ke R3 Cafe, kita masih bisa menjumpai beberapa sawah yang masih terbentang di pinggir jalan. Meskipun terkesan berada di plosok, tempat ini mudah dijangkau. Cukup 15 menit dari pusat kota dengan lalu lintas senggang. Karena tidak berad…

Sate Ratu, Sajian khas Indonesia dengan rasa mendunia

Bang, satenya bang...

Familiar tidak dengan kalimat diatas? Pastinya tidak dong, hehehe. Kamu suka makan sate? Atau setidaknya pernah makan satu sate atau tujuh tusuk sate gitu untuk mencicipi? Pasti tau dong makanan khas Indonesia yang satu ini. Makanan yang terbuat dari daging yang di potong kecil-kecil lalu ditusuk dengan lidi kemudian dibakar dan diberi bumbu. Seiring berjalannya waktu, bumbu pada sate tak hanya berbahan dasar kacang saja, namun sudah banyak variasi resepnya. Cara penyajiannya pun ada banyak pilihan, sate bisa ditata biasa atau di ikat dan diberdirikan supaya lebih menarik. Selain disajikan diatas piring, penyajian sate juga bisa di pincuk, yaitu penyajian menggunakan daun pisang menyerupai bentuk kerucut terbalik yang disematkan menggunakan lidi. Pincuk ini masih banyak dijumpai pada penjual sate keliling.
Ngomongin soal sate, pernahkah kamu makan sate tapi kadang nemu yang belum matang sepenuhnya? Atau malah ada sisinya yang gosong? Belum lagi kalau satenya sa…