Langsung ke konten utama

Warung Bakmi Risonggo "Rasa Yang Masih Sama Sejak 1988"


Setelah Gudeg dan Bakpia, kuliner apa lagi yang banyak dijumpai di Yogyakarta ? Jika Bakmi Jawa jawabanmu, aku setuju. Hampir disetiap jalan pasti ada yang menjualnya. Tak dipungkiri jika saat ini banyak orang yang membuka atau beralih profesi untuk membuka Warung Bakmi Jawa sendiri, mengingat keuntungan yang didapat bagi para pengusaha di bidang kuliner sangatlah baik. Terlebih lagi resep Bakmi Jawa sudah populer dan mudah ditemukan di laman Google. Setiap orang juga bisa memasaknya sendiri di rumah. Namun tetap saja, bagi beberapa orang membeli makanan diluar adalah salah satu pilihan yang cepat dan praktis. Ngomongin soal Bakmi Jawa, tau gak sih Bakmi yang nikmat itu yang seperti apa ? Selera tiap orang memang berbeda, tapi menurutku Bakmi Jawa yang enak adalah yang dimasak diatas arang menggunakan anglo atau kompor yang terbuat dari tanah liat. Karena dengan cara inilah hasil masakan dapat tanak atau matang, panas tahan lama, dan awet. Bumbu dan bahan-bahan yang fresh juga membuat masakan menjadi terasa segar, sedap, pokoknya harumnya saja sudah bikin perut bergetar hahaha. Kebersihan sekitar hingga para pengolah masakan juga mempengaruhi masakan yang dihidangkan. Jadi jika lingkungan bersih, makanpun jadi nyaman.

Dimana tempat favoritmu untuk makan Bakmi Jawa ? Jika kamu bosan dengan yang begitu-begitu saja, kamu bisa mencoba salah satu Bakmi di sudut kota Jogja bernama Warung Bakmi Risonggo. Sedikit sejarah tentang Warung Bakmi ini, berawal dari keinginan untuk memiliki usaha sendiri, sang pemilik yang bernama Pak Tumin atau sering di panggil Pak Min ini memutuskan untuk mengembangkan usaha di bidang kuliner yang di beri nama RISONGGO, nama tersebut diambil dari salah satu nama desa di daerah Gunung Kidul yang merupakan tempat kelahiran sang pemilik. Dimulai pada tahun 1988, Pak Min mulai berjualan dengan cara berkeliling di satu daerah sekitar Jogja, yaitu Patangpuluhan. Saat itu menu yang dijual meliputi nasi goreng dan mie goreng/rebus. Namun, pada tahun 1990 setelah melalui proses dan pemikiran yang panjang Pak Min memutuskan untuk mangkal/menetap di Jalan Bugisan sebelah timur sebelum bangjo, dulu gerobaknya berwarna hijau. Saat memasuki tahun 2000 hingga sekarang WARUNG BAKMI RISONGGO berlokasi di Jalan Bugisan no.42 Yogyakarta dengan tampilan gerobak berwarna coklat yang letaknya persis di seberang toko pecah belah Bugisan. Begitu banyak saingan di daerah setempat, namum RISONGGO memilik unggulan yang berbeda dengan warung bakmi lainnya. Yakni sang pemilik sekaligus juru masak memiliki banyak pengalaman di bidang kuliner sebelum memiliki usaha ini. Mulai dari bekerja di hotel hingga rumah makan ternama di beberapa kota. Maka dari situlah Pak Min menciptakan sebuah rasa berbeda yang di tuangkan dalam masakannya, berupa racikan bumbu pilihan yang sangat diperhitungkan kualitasnya.

Lokasi
Selain lokasinya yang mudah di akses karena tepat di tepi jalan raya, Warung Bakmi Risonggo juga sudah termuat di Google Maps . Di sepanjang jalan Bugisan ini setidaknya terdapat lebih dari 5 penjual bakmi, jadi jangan sampai salah ya saat mencari. Pastikan alamat sudah benar dan perhatikan nama yang tertera pada sepanduk.  "RISONGGO

Menu dan Harga
Tak jauh berbeda dengan Warung Bakmi lainnya, Risonggo juga memiliki menu yang beragam meliputi Nasi Goreng, Nasi Godog, Bakmi Goreng, Bakmi Godog, Magelangan, Rica-Rica dan aneka minuman dan menu tambahan lainnya.  

Informasi dan Kontak
Warung Bakmi Risonggo buka setiap hari dari pukul 17.00 hingga 00.00 WIB. Meskipun hanya buka saat malam, Warung Bakmi Risonggo juga menerima pesanan untuk acara seperti pengajian, pertemuan, maupun catering di pernikahan. Untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi pemiliknya langsung melalui sms/wa +62 859-5155-6979 atau email di rantumin@gmail.com dan jangan lupa follow dan pantau instagramnya @risonggo

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rasa yang ada: Ruang Tengah cafe, Jogja

Mager banget sebenarnya buat keluar rumah. Rasanya daya magnet di kasur ku semakin kuat, pokoknya makin kuat. Tapi tiba-tiba ada chat masuk dari teman lama. Namanya Yola. Bukan yolanda sang kekasih andika rindu band heuheu. Hampir 5 tahun gak ketemu tiba-tiba dia ngajak meet up. Saat itu juga aku malak buat di traktir. Niat nya bercanda eh taunya di dapar gratisan beneran. Alhamdulillah rezeki anak soleh katanya. Tak usah pikir panjang mikir ita itu kami langsung milih tempat ini. Kami datang jam 10pagi. Ya maklum lah namanya juga tempat nongkrong pasti ramenya juga malam. Tapi apalah daya kalau sama sama pekerja jadi ga sengaja aja gitu pisa pas bareng hari liburnya.

Suasananya asik. Buat tipe introvert kaya aku sih enak enak aja. Nyaman, tenang, bersih dan lokasinya strategis. Buat yang suka foto atau selfi it.s okay lah ya. Tergantung pengambilannya. Buat yang habis olahraga di alun alun selatan boleh lah ya breakfast disini. Mau yang vegetable ada, yang bread juga ada. Tenang....…

Ada Yang Baru Nih di Bantul, R3 Cafe Namanya

Yuhu! Akhirnya aku nemu tempat nongki, ahai. Pokoknya yang kekinian dan lokasinya deket rumah. Sebenarnya di Jogja sendiri sudah ada banyak tempat ngopi ataupun tempat makan lainnya yang tak kalah asik sih. Tapi karena aku adalah tipe manusia yang mager, kadang buat keluar terlalu jauh cuma untuk cari makan tuh gimana ya? ah males banget. Ya kali, mending masak sendiri. Jadi, disini aku mau mengulas sedikit tentang R3 Cafe yang baru buka dan  lokasinya tak begitu jauh dari rumahku. Kamu bisa baca-baca dulu ulasan Disini
Tempat dan fasilitas
Tempat yang asik menurutku itu... yang pasti kekinian dan tetap tenang. Lokasinya di Brajan, Tamantirto, Kasihan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Sudah ada di Google Map ya, jadi mudah untuk dicari. Untuk menuju ke R3 Cafe, kita masih bisa menjumpai beberapa sawah yang masih terbentang di pinggir jalan. Meskipun terkesan berada di plosok, tempat ini mudah dijangkau. Cukup 15 menit dari pusat kota dengan lalu lintas senggang. Karena tidak berad…

Sate Ratu, Sajian khas Indonesia dengan rasa mendunia

Bang, satenya bang...

Familiar tidak dengan kalimat diatas? Pastinya tidak dong, hehehe. Kamu suka makan sate? Atau setidaknya pernah makan satu sate atau tujuh tusuk sate gitu untuk mencicipi? Pasti tau dong makanan khas Indonesia yang satu ini. Makanan yang terbuat dari daging yang di potong kecil-kecil lalu ditusuk dengan lidi kemudian dibakar dan diberi bumbu. Seiring berjalannya waktu, bumbu pada sate tak hanya berbahan dasar kacang saja, namun sudah banyak variasi resepnya. Cara penyajiannya pun ada banyak pilihan, sate bisa ditata biasa atau di ikat dan diberdirikan supaya lebih menarik. Selain disajikan diatas piring, penyajian sate juga bisa di pincuk, yaitu penyajian menggunakan daun pisang menyerupai bentuk kerucut terbalik yang disematkan menggunakan lidi. Pincuk ini masih banyak dijumpai pada penjual sate keliling.
Ngomongin soal sate, pernahkah kamu makan sate tapi kadang nemu yang belum matang sepenuhnya? Atau malah ada sisinya yang gosong? Belum lagi kalau satenya sa…