Review Handphone Dari Yang Jadul Sampai Mantul

Sumber Foto: https://pin.it/j1VUMa%2F

Pertama punya Handphone (HP) sekitar tahun 2008, tepatnya saat duduk dibangku kelas lima sekolah dasar. Waktu itu butuh karena memang teman-teman sudah banyak yang memiliki HP, alasan lain sih supaya lebih mudah sms-an sama teman-teman. Tapi waktu itu sebenarnya juga belum penting-penting banget untuk memiliki HP. Saat itu aku diberi handphone merk Nokia 8520 dari salah satu saudara yang sudah tidak membutuhkannya. 

Sumber Foto: https://www.retrons.com/classic-phone/342-nokia-8250-butterfly-refurbished.html

Satu hal yang masih saya ingat adalah tombol keypad yang terlalu keras. Saya juga sempat pakai HP Smart ZTE x178, pada kenal tidak ya? Meski terkesan murah, tp bentuknya sudah bagus karena kecil dan tipis. Buat sms-an juga super murah. 


Tiba dimana paman datang membawa HP yang buat mata ini jatuh cinta pada pandangan yang pertama, Sony Ericsson namanya. Handphone berbentuk kotak disertai joystick mungil  terlihat begitu unik. Ditambah lagi dengan perpaduan warna biru, putih, dan silver, betapa sempurnanya HP ini. Kamera VGA nya tidak bohong, buat foto jernih dan tidak pecah sekalipun fotonya sudah dicetak. Mantab betul kan ? Karena kecintaanku pada Sony Ericsson terus berlanjut, saat kenaikan kelas dan mendapatkan ranking aku mendapatkan hadiah Sony Ericsson w200i. Aku terharu bisa mendapatkan HP ini. Untuk dengerin lagu beneran gak bikin bosen, suaranya jernih. Tampilannyapun keren, hitam elegant disertai logo huruf W yang berarti Walkman. Karena pengen ganti yang lebih canggih, saya menabung dan belilah Sony Ericsson j108. Sebenarnya pengen HP ini gara-gara korban iklan di majalah pulsa sih. Kenapa bisa dipilih ? Pertama karena layarnya yang lebih lebar dari HP sebelumnya. Kedua, karena memiliki bluetooth dan radio. Terakhir apalagi jika bukan kameranya yang 2 megapixel. Tapi sayang, pakai HP ini tidak begitu lama karena bosan dengan bentuknya yang terkesan gemuk. 

Sumber Foto: http://mitotoya.blogspot.com/2010/06/mito-8900-new.html?m=1 
Lagi-lagi karena iklan, semua gara-gara iklan majalah. Saya tergiur dengan HP merk Mito 8900 cuma karena ada trackball nya. HP ini saya dapatkan saat awal kelas 2 SMP di tahun 2011 berkat uang tabungan yang telah terkumpul selama beberapa bulan sebelumnya. Pada tahun-tahun ini, HP dengan bentuk qwerty menjadi idaman banyak orang. Trend dual sim juga sudah ada. Namun kancahnya di bidang teknologi sangatlah singkat, baru lah muncul lagi trend baru berupa HP layar sentuh.

Sumber foto: https://id.priceprice.com/Evercoss-PD100T-7396/
HP layar sentuh yang pernah saya miliki pertama adalah Evercoss PD100T. Bentuknya kecil, karena saat itu juga ada trend TV yang disematkan pada HP maka Evercoss PD100T juga dilengkapi TV dan disertai dengan antena yang sekaligus bisa digunakan untuk corat coret di layar. Ternyata lagi, merk itu tidak bisa bohong rupanya. Tak genap dua tahun HP ini rusak dadakan dan untuk sementara waktu saya menggunakan HP milik bapak bermerk Nokia N73.


Sekilas tentang Nokia, siapa sih yang tidak mengenalnya. Merk ponsel yang paling populer di Indonesia tahun 2000an dan jaya pada masanya. Tepat pada 25 April 2006 Nokia resmi merilis seri N73 ini. Saat memakai HP ini di tahun 2013 saya masih merasakan kecanggihannya, salah satunya adalah fitur kamera yang otomatis menyala saat bagian belakang di buka. Keren ! HP sejadul ini kalau digunakan untuk foto sudah ada efek bokehnya.

Karena saya suka menabung, lagi-lagi uang yang terkumpul saya gunakan untuk beli HP baru dan kali ini adalah model Android. Apalagi saat saya kelas dua SMA aplikasi Blackberry Messenger mulai digandrungi banyak orang. 



Belilah saya Sony Xperia seri M Dual C2005. Saya tidak menyangka, yang dulu Sony bersama Ericsson ternyata sudah menjalin hubungan baru dengan Xperia. Tapi tak masalah, karena sudah terlalu cinta dengan Sony makanya saya membelinya lagi setelah beberapa kali meninggalkannya. Kenapa memiliki ponsel ini ? Karena kamera utamanya 5 MP dan hasil jepretannya nyata tidak berlebihan. Kemudian ponsel ini juga memiliki fitur dual SIM. Seiring berjalannya waktu muncullah jaringan 4G, sedangkan Sony seri ini masih sebatas 3G. Sebenarnya tidak jadi masalah untuk saya, tapi lama-lama untuk beli paket data ternyata semakin susah dan harga paket data 3G juga semakin mahal dan langka. Dengan gaji bulanan yang telah terkumpul, saya terpaksa ganti ponsel lagi. Entah mengapa saya tak pernah mau melirik merk lain. Saya kembali beli android bermerk Sony Xperia seri Z1 big. Ponsel ini telah mendukung jaringan internet 4G LTE. Kamera beresolusi 20.7 MP yang dilengkapi dengan fitur LED Flash, auto focus, touch focus, HDR dan lainnya, pokoknya tetep cinta. Sempat bertahan lebih dari dua tahun, ternyata peredaran Sony Xperia di Indonesia dihentikan. Saat rusak tak ada yang bisa memperbaiki ponsel saya ini, sekalipun di counter ponsel terbesar di Jogja. Rusak dan benar-benar mati, yasudah beli lagi HP merk Nokia 5.1 plus yang masih saya pakai sampai sekarang. Banyak yang bertanya mengapa saya pilih Nokia sedangkan ada merk-merk lain yang lebih canggih dengan harga yang murah. Jawaban pertama mungkin karena saya tidak menyukai barang yang terlalu pasaran. Kelebihan dari Nokia 5.1 plus menurut saya ada pada desainnya yang baik, performa oke, USB Type-C, dan kamera ganda 13MP+5MP yang mumpuni. 




- Artikel ini dibuat untuk memenuhi tugas mata kuliah Sistem Informasi Pariwisata dan Hospitality

You Might Also Like

0 komentar