Langsung ke konten utama

Berkenalan Dengan Paxel di Ling-Lung Kopi & Eatery



Hallo! Kemarin aku ada di Ling-Lung Kopi & Eatery yang berlokasi di jl Perumnas No.134, Tempel, Caturtunggal, Kec. Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta .  Ada yang tau ga ngapai?  Makan jelas ya, tp selain itu ada yang lain juga lah. Jadi gini, kemaren aku ikut Gathering Blogger Jogja bersama Paxel. Acaranya asik,seru, dan benar-benar inspiratif, mengingat pembicaranya merupakan orang-orang hebat seperti Bapak Djohari Zein yang merupakan founder GBMI (Global Basket Mulia Investama) serta Ibu Valencia Miekeranda selaku pendiri Rumah Harapan Indonesia.




Terus dikenalin deh sebenarnya paxel itu apa.
Paxel sendiri adalah jasa pengiriman/ekspedisi berbasis aplikasi yang mengusung layanan sameday delivery dengan ongkos kirim flat. Paxel ini didirikan pada tahun 2017 oleh beberapa orang yang berpengalaman di dunia perlogistikan yang meliputi  Bryant Christanto selaku CEO dan Zaldy Ilham Masita selaku Co-Founder.  Perusahaan ini secara resmi diluncurkan pada awal tahun 2018. Saat ini Paxel mengakomodasi area Jakarta, Bandung, Jogja, Solo, dan Semarang. Pemesanan layanan cukup menggunakan aplikasi, maksimal dalam 8 jam barang akan sampai ke tempat tujuan. Selain berbisnis, perusahaan yang memiliki motto "Antarkan Kebaikan" ini menjalin kerjasama dengan beberapa yayasan di Jakarta yang bergerak pada bidang kesehatan dan kemanusiaan (khususnya anak-anak). Salah satu yayasan yang menjadi mitra Paxel adalah Rumah Harapan Indonesia. Jadi, jika kamu mau menyumbang beberapa barang kepada anak yang membutuhkan disana, Hero paxel bisa mengantarnya dengan gratis. Namanya juga #antarkankebaikan, iya kan? Nah, singkat cerita perkenalanku seperti itu.

Aku jadi tau beberapa keuntungan paxel.
Pertama, prosesnya mudah, tinggal pakai aplikasi yang ada di smartphone dan menentukan sendiri kapan barang ingin diambil untuk kemudian diantar ke tujuan oleh kurir yang disebut hero.
Kedua, di aplikasinya juga ada status pengiriman mulai dari siapa yang ambil barang dirumah, siapa yang antar barang, sampai dimana lokasi barangmu saat itu juga. Pengambilan barang juga bisa milih mau diambil jam berapa sama heronya.
Kegita, kita juga bisa tau paket kita siapa yang menerima, apakah sesuai tujuan atau dititipkan.




karena aku penasaran, aku mencoba aplikasinya. Pertama kali, aku coba kirim barang ke sesama wilayah Jogja kota. Dengan biaya Rp 18.000 dan datang tepat waktu ke penerima. Kedua kalinya, karena aku mendapat godiebag dari acara gathering, barangnya aku kirim kerumah sendiri dari lokasi acara. Karena pemesanan lewat aplikasinya sudah sore, paket akan tiba jam 8-10 pagi/ ke esokan harinya. Dan apa yang terjadi? Paket datang dengan terlambat selama 4jam dari estimasi waktu yang telah di tentukan di aplikasi. Tapi ternyata, dapat refund! Saldo Credit nya dikembalikan dan tidak jadi terpotong. Setelah di kroscek memang benar jika adanya keterlambatan. Hal itu terjadi karena masih terbatasnya hero paxel di Yogyakarta.



Karena aku masih penasaran sama paxel, aku coba kirim bakpia dari Jogja ke Jakarta. Dan lagi, paket datang dengan tepat waktu tanpa ada kerusakan,
Yang jelas, aku jadi lebih mudah mengantar pesanan ke luar kota dalam kurun waktu sehari. Kalau ga percaya, Download aja aplikasi paxel buat nyobain. Bakal ada gratis saldo sebanyak 100.000 tapi jangan lupa masukkan referal code yaitu: ikatcn






Komentar

  1. Aku juga udah pake paxel kak, tapi masih area Jogja. Jadi pengen kirim ke luar kota juga nih

    BalasHapus
  2. Aku juga udah pake paxel kak, tapi masih area Jogja. Jadi pengen kirim ke luar kota juga nih

    BalasHapus
  3. Wah.. Kl telat dapat refund ya?wujud tanggung jawab ke customernya patut diacungi jempol...

    BalasHapus
  4. Kemarin nyoba Paxel, pagi ngirim, siang sudah sampai. Same Day Delivery,

    BalasHapus
  5. Kemarin sudah coba dan benar sampai di hari yang sama

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rasa yang ada: Ruang Tengah cafe, Jogja

Mager banget sebenarnya buat keluar rumah. Rasanya daya magnet di kasur ku semakin kuat, pokoknya makin kuat. Tapi tiba-tiba ada chat masuk dari teman lama. Namanya Yola. Bukan yolanda sang kekasih andika rindu band heuheu. Hampir 5 tahun gak ketemu tiba-tiba dia ngajak meet up. Saat itu juga aku malak buat di traktir. Niat nya bercanda eh taunya di dapar gratisan beneran. Alhamdulillah rezeki anak soleh katanya. Tak usah pikir panjang mikir ita itu kami langsung milih tempat ini. Kami datang jam 10pagi. Ya maklum lah namanya juga tempat nongkrong pasti ramenya juga malam. Tapi apalah daya kalau sama sama pekerja jadi ga sengaja aja gitu pisa pas bareng hari liburnya.

Suasananya asik. Buat tipe introvert kaya aku sih enak enak aja. Nyaman, tenang, bersih dan lokasinya strategis. Buat yang suka foto atau selfi it.s okay lah ya. Tergantung pengambilannya. Buat yang habis olahraga di alun alun selatan boleh lah ya breakfast disini. Mau yang vegetable ada, yang bread juga ada. Tenang....…

Ada Yang Baru Nih di Bantul, R3 Cafe Namanya

Yuhu! Akhirnya aku nemu tempat nongki, ahai. Pokoknya yang kekinian dan lokasinya deket rumah. Sebenarnya di Jogja sendiri sudah ada banyak tempat ngopi ataupun tempat makan lainnya yang tak kalah asik sih. Tapi karena aku adalah tipe manusia yang mager, kadang buat keluar terlalu jauh cuma untuk cari makan tuh gimana ya? ah males banget. Ya kali, mending masak sendiri. Jadi, disini aku mau mengulas sedikit tentang R3 Cafe yang baru buka dan  lokasinya tak begitu jauh dari rumahku. Kamu bisa baca-baca dulu ulasan Disini
Tempat dan fasilitas
Tempat yang asik menurutku itu... yang pasti kekinian dan tetap tenang. Lokasinya di Brajan, Tamantirto, Kasihan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Sudah ada di Google Map ya, jadi mudah untuk dicari. Untuk menuju ke R3 Cafe, kita masih bisa menjumpai beberapa sawah yang masih terbentang di pinggir jalan. Meskipun terkesan berada di plosok, tempat ini mudah dijangkau. Cukup 15 menit dari pusat kota dengan lalu lintas senggang. Karena tidak berad…

Sate Ratu, Sajian khas Indonesia dengan rasa mendunia

Bang, satenya bang...

Familiar tidak dengan kalimat diatas? Pastinya tidak dong, hehehe. Kamu suka makan sate? Atau setidaknya pernah makan satu sate atau tujuh tusuk sate gitu untuk mencicipi? Pasti tau dong makanan khas Indonesia yang satu ini. Makanan yang terbuat dari daging yang di potong kecil-kecil lalu ditusuk dengan lidi kemudian dibakar dan diberi bumbu. Seiring berjalannya waktu, bumbu pada sate tak hanya berbahan dasar kacang saja, namun sudah banyak variasi resepnya. Cara penyajiannya pun ada banyak pilihan, sate bisa ditata biasa atau di ikat dan diberdirikan supaya lebih menarik. Selain disajikan diatas piring, penyajian sate juga bisa di pincuk, yaitu penyajian menggunakan daun pisang menyerupai bentuk kerucut terbalik yang disematkan menggunakan lidi. Pincuk ini masih banyak dijumpai pada penjual sate keliling.
Ngomongin soal sate, pernahkah kamu makan sate tapi kadang nemu yang belum matang sepenuhnya? Atau malah ada sisinya yang gosong? Belum lagi kalau satenya sa…