Langsung ke konten utama

Serunya Explore Kotagede Sekaligus Hunting Foto


Minggu adalah hari yang tepat untuk liburan, meskipun hanya pergi jalan-jalan menyusuri kota. Kali ini aku pergi ke Kotagede untuk arisan ilmu bersama Komunitas Emak Blogger. Tempatnya berada di Ndalem Sopingen. Ada banyak kucing disini >.< pengen ku angkut semua terus bawa pulang. Apakah aku sedang berada di kerajaan kucing ? hehe..


Setelah pembukaan dan sambutan, acara dilanjutkan dengan materi yang di bawakan oleh Ardy Nugraha dengan menyampaikan basic photography seperti komposisi dalam fotografi mulai dari garis, kesamaan bentuk, tekstur, warna, gelap terang, dan camera angel. Tak ketinggalan, setting diafragma, shutter speed, dan iso juga di bahas. Pokoknya semua dasar-dasar dalam teknik foto gitu, supaya natinya bisa bercerita dengan foto. Setelah belajar dan sedikit memahami materi, harus praktek langsung dong, ya kan ?


Karena Kotagede merupakan kawasan bersejarah, saat menyusurinya kita akan banyak menjumpai bagunan tua dengan berbagai macam bentuk dan arsitek yang berbeda sekaligus unik. Sepanjang jalan akan terlihat deretan toko yang menjual kerajinan perak yang merupakan kerajinan turun menurun dan sudah ada pada zaman Mataram dahulu. Selain terkenal dengan sejarah dan industri perak, Kotagede juga memiliki beberapa spot foto yang bagus nih. Beberapa tempat yang sering digunakan sebagai spot foto adalah Masjid Agung Kotagede dan Pasar Kotagede.


Banyak anak muda yang datang untuk sekedar foto-foto. Terbukti dengan adanya #kotagedejogja di Instagram yang jumlahnya mencapai 7.362 postingan. Memang tak salah jika saat ini foto merupakan kebutuhan sehari-hari bagi beberapa orang. Tak sedikit pula orang langsung menguploadnya di media sosial dengan editing sebelumnya. Padahal, hal ini menyebabkan hasil foto setelah di unggah terlihat pecah. Sebenarnya kejadian ini bisa diminimalisir dengan berfoto menggunakan kamera. Jadi hasilnya sudah bagus di awal tanpa di edit lagi. Ini dia kamera yang aku pakai saat hunfot di Kotagede.




Mirrorless Fujifilm X-T100

Dulu sebenarnya aku bukan fuji user ya, hehehe. Tapi setelah kenal dan berteman sama kamera satu ini, rasanya makin jatuh cinta. Bayangin coba, dengan harga yang murah berkisar 8 jutaan sudah dapat mirrorless dengan hasil foto yang ciamik tanpa perlu banyak setting diawal. Selain terdapat jendela bidik, Fujifilm X-T100 juga dilengkapi fitur LCD yang bisa diputar ke depan. Cocok nih buat yang suka selfi atau bikin vlog.


Karena bentuknya yang kecil jadi bisa digenggam dengan dengan satu tangan nih. Meskipun body nya berbahan plastik, sama sekali tidak terkesan murahan saat dipandang. Dibagian atas terdapat putaran berupa mode P, A, S, M, auto, tombol fn dan lainnya. Di sebelah kanan atas kamera ada juga tombol exposure compensation untuk mengatur terang gelap foto yang digunakan pada mode non manual. Di kamera bagian bawah terdapat satu slot yang berisi baterai dan SD Card. Sedangkan untuk baterai tergolong awet, meskipun tergantung pemakaian juga sih. Jika bosan dengan warna hitam, Fujifilm X-T100 menyediakan warna lain berupa graphite silver dan champagne gold.


LCD dalam kamera ini memiliki fungsi touch screen yang bisa digunakan untuk memilih titik autofokus maupun untuk langsung memotret.


Untuk memotret objek yang sedang bergerak hasilnya cukup sigap. Hasil fotopun juga jernih karena autofokus yang baik dipadankan dengan saturasi, kontras, dan ketajaman khas fuji.


Penggunanya juga dipermudah saat memindahkan foto. Tak perlu menggunakan laptop, kita tinggal unggah aplikasi fujifilm di smartphone lalu import dari kamera ke hp melalui koneksi wifi.




Semua foto diambil menggunakan Fujifilm X-T100 tanpa editing ya. So, kameranya bagus dan sesuai kebutuhanku. Mudah dipakai dan ringan dibawa saat piknik.

Komentar

  1. Asyiik.....ada yang mau beli kamera baru nih.. Nanti nunut foto yaa... Hehe..

    BalasHapus
  2. aku bisa pinjam kamera barumu dunk, heheh

    BalasHapus
  3. Ternyata nggak seribet yang aku bayangkan Mbak kalau pake kamera untuk moto ya. Ku kira ribet dan berat loh, maklum belum pernah belajaar moto pake kamera juga sih akunya Mbak

    BalasHapus
  4. Wah asik banget yaaa .motret2 sambil dolan sejarah.

    BalasHapus
  5. Asik bangert kalo dah punya kamera mumpuni, saya foto2 cm pake kamera hape doang

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rasa yang ada: Ruang Tengah cafe, Jogja

Mager banget sebenarnya buat keluar rumah. Rasanya daya magnet di kasur ku semakin kuat, pokoknya makin kuat. Tapi tiba-tiba ada chat masuk dari teman lama. Namanya Yola. Bukan yolanda sang kekasih andika rindu band heuheu. Hampir 5 tahun gak ketemu tiba-tiba dia ngajak meet up. Saat itu juga aku malak buat di traktir. Niat nya bercanda eh taunya di dapar gratisan beneran. Alhamdulillah rezeki anak soleh katanya. Tak usah pikir panjang mikir ita itu kami langsung milih tempat ini. Kami datang jam 10pagi. Ya maklum lah namanya juga tempat nongkrong pasti ramenya juga malam. Tapi apalah daya kalau sama sama pekerja jadi ga sengaja aja gitu pisa pas bareng hari liburnya.

Suasananya asik. Buat tipe introvert kaya aku sih enak enak aja. Nyaman, tenang, bersih dan lokasinya strategis. Buat yang suka foto atau selfi it.s okay lah ya. Tergantung pengambilannya. Buat yang habis olahraga di alun alun selatan boleh lah ya breakfast disini. Mau yang vegetable ada, yang bread juga ada. Tenang....…

Ada Yang Baru Nih di Bantul, R3 Cafe Namanya

Yuhu! Akhirnya aku nemu tempat nongki, ahai. Pokoknya yang kekinian dan lokasinya deket rumah. Sebenarnya di Jogja sendiri sudah ada banyak tempat ngopi ataupun tempat makan lainnya yang tak kalah asik sih. Tapi karena aku adalah tipe manusia yang mager, kadang buat keluar terlalu jauh cuma untuk cari makan tuh gimana ya? ah males banget. Ya kali, mending masak sendiri. Jadi, disini aku mau mengulas sedikit tentang R3 Cafe yang baru buka dan  lokasinya tak begitu jauh dari rumahku. Kamu bisa baca-baca dulu ulasan Disini
Tempat dan fasilitas
Tempat yang asik menurutku itu... yang pasti kekinian dan tetap tenang. Lokasinya di Brajan, Tamantirto, Kasihan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Sudah ada di Google Map ya, jadi mudah untuk dicari. Untuk menuju ke R3 Cafe, kita masih bisa menjumpai beberapa sawah yang masih terbentang di pinggir jalan. Meskipun terkesan berada di plosok, tempat ini mudah dijangkau. Cukup 15 menit dari pusat kota dengan lalu lintas senggang. Karena tidak berad…

Sate Ratu, Sajian khas Indonesia dengan rasa mendunia

Bang, satenya bang...

Familiar tidak dengan kalimat diatas? Pastinya tidak dong, hehehe. Kamu suka makan sate? Atau setidaknya pernah makan satu sate atau tujuh tusuk sate gitu untuk mencicipi? Pasti tau dong makanan khas Indonesia yang satu ini. Makanan yang terbuat dari daging yang di potong kecil-kecil lalu ditusuk dengan lidi kemudian dibakar dan diberi bumbu. Seiring berjalannya waktu, bumbu pada sate tak hanya berbahan dasar kacang saja, namun sudah banyak variasi resepnya. Cara penyajiannya pun ada banyak pilihan, sate bisa ditata biasa atau di ikat dan diberdirikan supaya lebih menarik. Selain disajikan diatas piring, penyajian sate juga bisa di pincuk, yaitu penyajian menggunakan daun pisang menyerupai bentuk kerucut terbalik yang disematkan menggunakan lidi. Pincuk ini masih banyak dijumpai pada penjual sate keliling.
Ngomongin soal sate, pernahkah kamu makan sate tapi kadang nemu yang belum matang sepenuhnya? Atau malah ada sisinya yang gosong? Belum lagi kalau satenya sa…