Langsung ke konten utama

Main Air di Pantai Parangtritis, Bonus Sunrise



Setiap orang memiliki cara bahagianya tersendiri. Ada yang bahagia saat traveling bersama teman, ada yang bahagia dengan cukup berada dirumah dengan membaca buku. Adapula yang bahagia dengan cara menghabiskan waktu bersama keluarga, aku salah satunya. Bahagia menurutku itu sederhana, yaitu melewati hari-hari bersama keluarga terutama kedua orangtua meskipun hanya dirumah saja. Tapi gak mungkin juga kan selamanya bakal dirumah, kadang kami juga butuh liburan. Seperti beberapa minggu lalu, aku bersama keluargaku mengunjungi pantai Parangtritis.
Pagi hari adalah waktu yang tepat untuk menikmati indahnya alam. Matahari terbit ikut mengiringi perjalan kami menuju pantai Parangtritis yang memerlukan waktu kurang dari satu jam untuk ditempuh. Karena akses jalan yang baik dan lokasinya yang mudah ditemukan, perjalanan dapat dilalui menggunakan sepeda motor hingga bus pariwisata. Selain pantai, destinasi lain yang dapat ditemukan sekitarnya adalah Pantai Parangkusumo,  Pemandian Air Panas Parang Wedang, Gumuk Pasir, dan masih banyak lagi. Datang lebih pagi juga membuatku tidak dikenakan biaya retribusi nih, karena TPR masih tutup dan belum ada petugas yang jaga, haha


Sesampainya di pantai Parangtritis, sudah ada banyak orang yang dengan kesibukannya masing-masing. Anak-anak yang ketawa-ketiwi bermain air hingga basah kuyup. Para orangtua yang senyum melihat tingkah anaknya, dan para pemuda yang saling bercanda. Selain bermain air, wisatawan dapat berswa foto dengan membayar jasa photo langsung cetak atau sekedar berfoto menggunakan handphone maupun kamera pribadi. Atraksi lain yang dapat dicoba adalah naik andong di tepi pantai. Sesekali kuda akan melewati pasir yang baru saja tersapu oleh ombak membuat sensasi tersendiri bagi para penumpangnya. Bagi orangtua yang resah jika anaknya bermain air di tepi pantai, bisa mengajaknya berenang di kolam renang yang telah disediakan. Fasilitas lain yang ada di pantai Parangtritis adalah toilet, namun hampir semua berbayar. Adapula lahan parkir yang luas, dan warung makan yang begitu banyak membuat wisatawan bebas untuk memilih makanan.


Setelah adik-adikku puas bermain air, kami melanjutkan perjalanan menuju Bendung Kamijoro yang berlokasi di Kaliwuri, Tuksono, Kecamatan Sentolo, Kabupaten Kulon Progo. Belum lama ini Bendung Kamijoro banyak dibicarakan orang, terutama para tetangga. Mungkin karena itu Bapak juga mengajak-ajak terus. Maka dari itu untuk mengatasi rasa penasaran, aku mengajak keluargaku kesana. Bagaimana tidak bungah, adanya taman bermain untuk anak membuat adikku sangat senang. Semua wahana dicobanya, ayunan, perosotan, dan masih banyak lagi. Namun sebelum menuju taman, wisatawan harus menyebrangi sungai melalui jembatan. Yah, karena aku takut ketinggian jadi ya agak takut gitu. Gara-gara takut pun jadi gak berani jalan ditepi jembatan, belum lagi jika berpapasan dengan motor. Nyali ini benar-banar diuji dan harus berani. Sore hari adalah waktu yang tepat untuk wisatawan berkunjung, tidak panas, dan warung-warung sudah mulai buka. Lihatlah senyum mereka, terlihat lepas dan begitu bahagia. Berbeda denganku yang masih terpaku dengan pada satu hal, "serius nih ? dari Parangtritis lanjut ke Kamijoro, alias dari ujung ke ujung ! haha" tawaku dalam hati.

(sayang sekali wahana ini sudah tidak berfungsi dengan baik, setirnya gak bisa buat mengendalikan. Jadi harus muterin/ nggerakin sendiri)

(ayunannya tampak banyak, tapi sayang orang dewasa gak boleh ikut naik. huhu)

(ini dia wahana yang juga jadi favorit. Jujur, sebenarnya aku pengen coba)

(sebenarnya jembatannya terlihat bagus dari kejauhan. Tapi menyeramkan buatku)

(nah ini, look at this! aku harus bergandeng tangan supaya tidak takut melewati jembatan ini)

Ngomongin liburan, aku punya tips nih untuk menikmati kota Jogja dengan cara baru , dijamin seru dan menyenangkan. Untuk yang pengen tau lebih tentang perjalananku kali ini, bisa lihat di YouTube juga ya. Itulah perjalanan singkatku berlibur bersama keluarga yang aku tulis pertamakalinya di blog. Yuk ceritakan juga pengalaman berliburmu bersama keluarga. Happy Holiday !

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rasa yang ada: Ruang Tengah cafe, Jogja

Mager banget sebenarnya buat keluar rumah. Rasanya daya magnet di kasur ku semakin kuat, pokoknya makin kuat. Tapi tiba-tiba ada chat masuk dari teman lama. Namanya Yola. Bukan yolanda sang kekasih andika rindu band heuheu. Hampir 5 tahun gak ketemu tiba-tiba dia ngajak meet up. Saat itu juga aku malak buat di traktir. Niat nya bercanda eh taunya di dapar gratisan beneran. Alhamdulillah rezeki anak soleh katanya. Tak usah pikir panjang mikir ita itu kami langsung milih tempat ini. Kami datang jam 10pagi. Ya maklum lah namanya juga tempat nongkrong pasti ramenya juga malam. Tapi apalah daya kalau sama sama pekerja jadi ga sengaja aja gitu pisa pas bareng hari liburnya.

Suasananya asik. Buat tipe introvert kaya aku sih enak enak aja. Nyaman, tenang, bersih dan lokasinya strategis. Buat yang suka foto atau selfi it.s okay lah ya. Tergantung pengambilannya. Buat yang habis olahraga di alun alun selatan boleh lah ya breakfast disini. Mau yang vegetable ada, yang bread juga ada. Tenang....…

Ada Yang Baru Nih di Bantul, R3 Cafe Namanya

Yuhu! Akhirnya aku nemu tempat nongki, ahai. Pokoknya yang kekinian dan lokasinya deket rumah. Sebenarnya di Jogja sendiri sudah ada banyak tempat ngopi ataupun tempat makan lainnya yang tak kalah asik sih. Tapi karena aku adalah tipe manusia yang mager, kadang buat keluar terlalu jauh cuma untuk cari makan tuh gimana ya? ah males banget. Ya kali, mending masak sendiri. Jadi, disini aku mau mengulas sedikit tentang R3 Cafe yang baru buka dan  lokasinya tak begitu jauh dari rumahku. Kamu bisa baca-baca dulu ulasan Disini
Tempat dan fasilitas
Tempat yang asik menurutku itu... yang pasti kekinian dan tetap tenang. Lokasinya di Brajan, Tamantirto, Kasihan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Sudah ada di Google Map ya, jadi mudah untuk dicari. Untuk menuju ke R3 Cafe, kita masih bisa menjumpai beberapa sawah yang masih terbentang di pinggir jalan. Meskipun terkesan berada di plosok, tempat ini mudah dijangkau. Cukup 15 menit dari pusat kota dengan lalu lintas senggang. Karena tidak berad…

Sate Ratu, Sajian khas Indonesia dengan rasa mendunia

Bang, satenya bang...

Familiar tidak dengan kalimat diatas? Pastinya tidak dong, hehehe. Kamu suka makan sate? Atau setidaknya pernah makan satu sate atau tujuh tusuk sate gitu untuk mencicipi? Pasti tau dong makanan khas Indonesia yang satu ini. Makanan yang terbuat dari daging yang di potong kecil-kecil lalu ditusuk dengan lidi kemudian dibakar dan diberi bumbu. Seiring berjalannya waktu, bumbu pada sate tak hanya berbahan dasar kacang saja, namun sudah banyak variasi resepnya. Cara penyajiannya pun ada banyak pilihan, sate bisa ditata biasa atau di ikat dan diberdirikan supaya lebih menarik. Selain disajikan diatas piring, penyajian sate juga bisa di pincuk, yaitu penyajian menggunakan daun pisang menyerupai bentuk kerucut terbalik yang disematkan menggunakan lidi. Pincuk ini masih banyak dijumpai pada penjual sate keliling.
Ngomongin soal sate, pernahkah kamu makan sate tapi kadang nemu yang belum matang sepenuhnya? Atau malah ada sisinya yang gosong? Belum lagi kalau satenya sa…