Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2019

Jajaran Laptop Baru dari ASUS Dalam Rangka 30th Anniversary

Kamis lalu, tepatnya tanggal 15 Agustus 2019 ASUS mengadakan gathering dalam rangka 30th Anniversary. Acara yang bertajuk 30 Years of Trust Inspiring Our Innovation ini di selenggarakan di ruang Pemandangan 1 Hotel Royal Ambarrukmo dan dihadiri oleh blogger dan Content Creator. Yogyakarta menjadi kota kedua yang yang dikunjungi setelah Bandung dan akan ada berbagai kota lainnya di Indonesia yang ikut dikunjungi. Dalam kunjungan ini ASUS akan menghadirkan beragam inovasi dan produk terbarunya. Meskipun beberapa tahun belakangan tidak nampak, pada tahun 2019 kali ini ASUS akan kembali lagi dengan branding dari seri Asus dan akan kembali hadir di segmen bisnis komersial. Di usia ke-30 tahun kali ini, ASUS juga mempersembahkan laptop-laptop baru dengan inovasi terdepan, mulai dari lini laptop mainstream, premium, hingga laptop gaming. Apa sajakah itu?


ASUS ZenBook
ZenBook merupakan jajaran laptop premium dari ASUS yang digadang-gadang menjadi laptop paling ringkas di dunia karena bentukny…

Tepung, Dunung, Srawung. Jogja Menyapa Bersama Didi Kempot

Jogja Menyapa: Ngaruhke, Ngarahke "Tepung, Dunung, Srawung" menjadi acara yang dinantikan bagi mahasiswa baru dan masyarakat sekitar. Terlebih lagi salah satu pengisi acaranya adalah pemilik julukan The Lord of Broken Heart, yakni Didi Kempot. Tepatnya pada Selasa, 20 Agustus 2019 acara ini dimulai sejak pukul 16.00 WIB diawali dengan registrasi dan berlangsung hingga 22.00 WIB di Pelataran Soegondo Fakultas Ilmu Budaya UGM Yogyakarta.

Paniradya Kaistimewan menggelar acara Jogja Menyapa: Ngaruhke, Ngarahke – Tepung, Dunung, Srawung  dalam rangka menyambut mahasiswa baru di Daerah Istimewa Yogyakarta untuk Tepung yang berarti paham, Dunung berarti saling mengenal, dan Srawung yakni menjalin hubungan dengan akrab. Dengan harapan mahasiswa baru dari berbagai daerah dapat membaur dengan masyarakat tanpa membedakan-bedakan satu sama lain. Paniradya Kaistimewan sendiri merupakan Kelembagaan yang dibentuk Pemda DIY yang bertugas membantu gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta dalam p…

Kalimantan, Ibukota Baru Dengan Harapan Baru

Jakarta dan ibukota, dua hal yang terikat dalam waktu yang sudah sangat lama, bahkan hingga saat ini. Namun sebenarnya, Jakarta lebih terkenal karena merupakan ibukota negara atau karena banjirnya ? Dua hal tersebut sepertinya sama-sama melekat pada Jakarta ya. Lantas apa saja permasalahan yang pernah terjadi di Jakarta?

BANJIR
Setiap tahunnya Jakarta selalu dilanda banjir. Beritanya pun muncul disetiap stasiun televisi saat musim penghujan tiba. Meskipun banjir tak menutupi Jakarta secara keseluruhan, namun beberapa wilayah banyak yang terendam. Ada banyak alasan mengapa Jakarta sering terkena banjir, salah satunya yaitu karena Indonesia sendiri memiliki konsentrasi hujan yang tinggi dan sebagian wilayah Jakarta berada dibawah permukaan air laut yang menyebabkan Jakarta rentang akan banjir rob/ banjir pasang laut. Selain itu, banjir di Jakarta juga disebabkan karena luapan sungai yang bisa saja dikarenakan penduduknya yang masih memiliki kebiasaan membuang sampah sembarangan.

PADAT …

Masihkah Pancasila Berperan Di Era Millenial ?

Gotong Royong ? Siapa sih yang tidak tau maknanya. Apalagi kata Gotong Royong sudah kerap dipakai dalam percakapan, terutama menjelang tujuh belasan. "Ayo Ayo besok Minggu gotong royong untuk membersihkan kampung" misalnya saja seperti itu. Dalam KBBI gotong royong berarti bekerja bersama-sama (tolong- menolong, bantu-membantu). Lantas apa hubungannya dengan Pancasila ?

Gotong royong menjadi salah satu amalan dari sila ke tiga dan ke lima dalam Pancasila. Sila ketiga berbunyi Persatuan Indonesia yang menunjukkan bahwa gotong royong tidak akan terlaksana tanpa ada semangat persatuan dari tiap orang. Sedangkan sila kelima yang berbunyi Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia menerangkan bahwa sikap semangat gotong royong merupakan perbuatan yang luhur dan baik sehingga mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan. Sama seperti Pancasila yang merupakan dasar negara Indonesia, dibuat dengan kearifan lokal dan sesuai dengan karakter bangsa. Namun seiring berkembangnya jaman…

Historical Trail, Cara Seru Berwisata Sambil Belajar Sejarah

Saat berwisata ke Malioboro, berjalan dari Tugu Pal Putih menuju titik nol km atau sebaliknya sudah menjadi hal yang biasa dilakukan, terutama bagi mereka yang hobi belanja atau sekedar berfoto. Beberapa wisatawan juga memilih Kraton sebagai tujuan utama saat berwisata. Padahal Jogja bukan hanya Malioboro dan Kraton saja, masih ada banyak peninggalan sejarah disekitarnya yang menarik untuk dikunjungi dan digali sejaranya. Dalam event Jogja Cross Culture kali ini, aku bersama ke empat teman ku yang tergabung dalam satu tim mengikuti Historical Trail Jeron Journey, dimana kami akan mengelilingi kawasan dalam benteng milik Kraton Yogyakarta bersama tim lainnya yang merupakan perwakilan setiap kecamatan di Jogja dan masyarakat umum lainnya. Para peserta akan melewati 10 pos dengan masing-masing soal yang berbeda. Acara yang dikemas sebagai kompetisi ini merebutkan piala dan uang tunai dengan total Rp 6.000.000 . Peserta yang memenangkan kompetisi ini adalah tim yang sampai finish paling …