Langsung ke konten utama

"Klatak.. klatak" Sate Unik Khas Jogja Yang Bikin Nagih


Bagi warga Jogja dan para penggemar sate, mungkin sate klatak sudah tak asing lagi karena keberadaannya yang sudah cukup lama. Terbukti bahwa para penjual saat ini merupakan generasi penerus dari yang sebelum-sebelumnya. Dahulu, sate klatak hanya dibumbui dengan garam. Dari situlah asal usul nama klatak muncul karena garam yang terkena bara api akan menimbulkan suara "klatak.. klatak.." . Namun tenang saja, saat ini bumbu yang dipakai untuk membakar sate sudah beragam dan tak seperti dulu lagi, terdiri dari garam, kemiri, dan merica membuat sate lebih terasa. Meskipun bumbunya tetap sederhana, berkat racikan dan takaran yang pas membuat sate tetap terjaga keaslian rasanya.


Keberadaan sate klatak yang sudah lebih dari puluhan tahun ini juga selalu menarik pengunjung karena cara masaknya yang unik. Jika biasanya sate di sematkan pada tusuk kayu, kemudian dibakar dan diberi bumbu kacang. Lain halnya dengan sate klatak yang merupakan daging kambing yang ditusuk menggunakan jeruji sepeda dan disajikan bersama kuah gulai. Selain berfungsi sebagai penghantar panas hingga ke bagian daging terdalam, penggunaan jeruji sepeda juga bertujuan agar dapat dipakai berulangkali dan mengurangi sampah. Daging yang tebal, segar, dan gurih semakin nikmat bila disiram kuahnya. Meskipun dalam satu porsi hanya terdiri dari dua tusuk sate, nyatanya saat ditambah dengan satu porsi nasi sudah cukup membuat perut kenyang karena dagingnya yang banyak.


Penjual sate klatak pun mudah di temukan di sepanjang jalan Imogiri, Bantul. Karena namanya juga termasuk dalam salah satu top kuliner di Jogja, penjual sate klatak saat ini sudah merambah sampai dimana-mana. Hampir di setiap sudut kota juga ada yang menjualnya, sebut saja Warung Sate Klatak Pak Pong. Warung sate yang ini berlokasi di Jl. Sultan Agung No.18, Jejeran II, Wonokromo, Pleret, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.


Karena aksesnya yang mudah, waktu yang dibutuhkan untuk menuju lokasi hanyalah 30 menit dari pusat kota dan dapat dilalui menggunakan motor hingga bus berukuran besar. Tempat parkirnya pun luas, ada disisi utara dan selatan. Pengunjung bisa leluasa untuk parkir dengan keamanan yang terjamin karena adanya satpam dan juru parkir yang akan membantu menata kendaraan dan membantu pengunjung saat hendak menyeberang. Hebatnya lagi, pengunjung akan dibebaskan biaya parkir selama disini. Dapur yang berada di depan menjadi daya tarik tersendiri di warung makan ini. Sembari menunggu pesanan datang, pengunjung dapat mencoba membakar sate dengan membolak balikkan daging maupun sekedar mengkipas bara.

Baca juga Kuliner santai dengan suasana tempo dulu

Selain itu, adapula wahana berupa ayunan yang bisa digunakan untuk para anak bermain sembari menunggu. Selain sate klatak, menu lain yang dapat di pesan di warung ini adalah tengkleng, tongseng, gulai , nasi goreng, dan aneka minuman. Warung Sate Klatak Pak Pong terkenal dengan antriannya yang begitu panjang, terutama saat waktu liburan datang. Pengunjung tak perlu khawatir bila tidak mendapat meja makan karena warung ini menyediakan lesehan dan meja makan yang banyak di sisi utara dan selatan jalan. Atau juga bisa melalui reservasi tempat terlebih dahulu. Fasilitas lain yang disediakan adalah privat room, toilet, mushola, dan masih banyak lagi. Warung sate klatak Pak Pong menjadi rekomendasi tempat makan setelah berwisata di daerah Imogiri, Dlingo, Mangunan, dan sekitar nya. Layak dicoba dan dinikmatinya bersama teman, sahabat, maupun keluarga.

Mau tau keseruan saat makan di tempat ini ? Yuk liat videonya



Komentar

  1. Klatak oh klatak... Bikin lupa daratan...

    BalasHapus
  2. Tak kirain dua tusuk sate doang dlm satu porsi terlalu dikit, tapi kalau diperhatikan lagi ternyata dagingnya besar. Ada hal yang unik sih dari sate klatak ini, yaitu asal usul penamaannya dan tusuknya pakai jeruji sepeda. Asik banget hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. yak betul, dua tusuk sate dan masih ditambah nasi pasti kenyangnya. sudah pernah coba ?

      Hapus
  3. seru ya ada suara klatak-klataknya. Sederhana tapi kayaknya enak. Jadi pengen nyobain kalau nanti ada kesempatan ke Jogja hehe

    BalasHapus
  4. Gw setiap ke Jogja selalu minta anterin adek gw makan sate klatak

    Bikin kangen jogja kalo baca postingan ini

    BalasHapus
  5. Jadi ngilerrr, nnti ke jjogjaa main deh kesana

    BalasHapus
  6. jadi ngiler, pengen makan sate hehe

    BalasHapus
  7. aku daridulu selalu penasaran sama sate klatak, tp sayangnya nggak suka kambing hehe tp penasaran huhu gimana dong

    BalasHapus
    Balasan
    1. nyoba nyicip dulu aja kak, siapa tau dr ga suka jadi suka hehe

      Hapus
  8. Aku udah cobain waktu ke Jogja kemarin. Unik banget sate nya

    BalasHapus
  9. Wahhhh harus segera ke jogja dan nyobainnn nihh :D

    BalasHapus
  10. Aku belum pernah ke Jogja, nanti kalau ke Jogja mau cobain sate klatak ini hihi, makasiihh infonya kk

    BalasHapus
  11. Kalau udah sate mah pasti selalu menggoda. Wajib dicoba nih kalau main ke Jogja

    BalasHapus
  12. Unik ya. Kok baru tahu . Makasih kaka. Nanti pas main harus mampir pengen rasain

    BalasHapus
  13. ya meski seporsi cuma 2 tusuk, tapi isinya banyak dan padat banget ituuu
    ntar pas ke jogja aku tak nyobain ah

    BalasHapus
  14. Sate klatak ini dari daging kambing kan ya? Waktu ke Jogja September kemarin sempat lihat sih ada depot sate klatak, cuma karena aku gak bisa makan daging kambing, ya terpaksa gak berani coba. Padahal enak ya ini satenya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. enak dong mbak, sayang sekali nih ga bisa makan daging kambing. mungkin kapan2 bisa kali ya nyicip gt hehe

      Hapus
  15. masih penasaran mengapa tusuk sate ini menggunakan besi ya kak? dan kelihatannya pasti enak banget yaa

    BalasHapus
  16. Sate Klatak? Baru pertama kali denger nih. Habis ini mau berburu ah sate ini, jadi penasaran sama rasanya. Kira-kira kalau pakai besi bener makin enak gak ya. Emang sih panasnya bakal lebih merata gitu. Penasaran juga sama rasanya dengan bumbu yang sederhana itu

    BalasHapus
  17. Saya kalau pergi ke Jogja selalu hunting sate klatak ini, rasanya ada yang kurang pas kalau tidak menikmati kuliner yang satu ini, duh jadi pengen ke jogja ni hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. hayuk ke jogja . satenya dah nunggu hehe

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rasa yang ada: Ruang Tengah cafe, Jogja

Mager banget sebenarnya buat keluar rumah. Rasanya daya magnet di kasur ku semakin kuat, pokoknya makin kuat. Tapi tiba-tiba ada chat masuk dari teman lama. Namanya Yola. Bukan yolanda sang kekasih andika rindu band heuheu. Hampir 5 tahun gak ketemu tiba-tiba dia ngajak meet up. Saat itu juga aku malak buat di traktir. Niat nya bercanda eh taunya di dapar gratisan beneran. Alhamdulillah rezeki anak soleh katanya. Tak usah pikir panjang mikir ita itu kami langsung milih tempat ini. Kami datang jam 10pagi. Ya maklum lah namanya juga tempat nongkrong pasti ramenya juga malam. Tapi apalah daya kalau sama sama pekerja jadi ga sengaja aja gitu pisa pas bareng hari liburnya.

Suasananya asik. Buat tipe introvert kaya aku sih enak enak aja. Nyaman, tenang, bersih dan lokasinya strategis. Buat yang suka foto atau selfi it.s okay lah ya. Tergantung pengambilannya. Buat yang habis olahraga di alun alun selatan boleh lah ya breakfast disini. Mau yang vegetable ada, yang bread juga ada. Tenang....…

Ada Yang Baru Nih di Bantul, R3 Cafe Namanya

Yuhu! Akhirnya aku nemu tempat nongki, ahai. Pokoknya yang kekinian dan lokasinya deket rumah. Sebenarnya di Jogja sendiri sudah ada banyak tempat ngopi ataupun tempat makan lainnya yang tak kalah asik sih. Tapi karena aku adalah tipe manusia yang mager, kadang buat keluar terlalu jauh cuma untuk cari makan tuh gimana ya? ah males banget. Ya kali, mending masak sendiri. Jadi, disini aku mau mengulas sedikit tentang R3 Cafe yang baru buka dan  lokasinya tak begitu jauh dari rumahku. Kamu bisa baca-baca dulu ulasan Disini
Tempat dan fasilitas
Tempat yang asik menurutku itu... yang pasti kekinian dan tetap tenang. Lokasinya di Brajan, Tamantirto, Kasihan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Sudah ada di Google Map ya, jadi mudah untuk dicari. Untuk menuju ke R3 Cafe, kita masih bisa menjumpai beberapa sawah yang masih terbentang di pinggir jalan. Meskipun terkesan berada di plosok, tempat ini mudah dijangkau. Cukup 15 menit dari pusat kota dengan lalu lintas senggang. Karena tidak berad…

Sate Ratu, Sajian khas Indonesia dengan rasa mendunia

Bang, satenya bang...

Familiar tidak dengan kalimat diatas? Pastinya tidak dong, hehehe. Kamu suka makan sate? Atau setidaknya pernah makan satu sate atau tujuh tusuk sate gitu untuk mencicipi? Pasti tau dong makanan khas Indonesia yang satu ini. Makanan yang terbuat dari daging yang di potong kecil-kecil lalu ditusuk dengan lidi kemudian dibakar dan diberi bumbu. Seiring berjalannya waktu, bumbu pada sate tak hanya berbahan dasar kacang saja, namun sudah banyak variasi resepnya. Cara penyajiannya pun ada banyak pilihan, sate bisa ditata biasa atau di ikat dan diberdirikan supaya lebih menarik. Selain disajikan diatas piring, penyajian sate juga bisa di pincuk, yaitu penyajian menggunakan daun pisang menyerupai bentuk kerucut terbalik yang disematkan menggunakan lidi. Pincuk ini masih banyak dijumpai pada penjual sate keliling.
Ngomongin soal sate, pernahkah kamu makan sate tapi kadang nemu yang belum matang sepenuhnya? Atau malah ada sisinya yang gosong? Belum lagi kalau satenya sa…